Logo Header Antaranews Kalteng

DPRD Palangka Raya dukung program penguatan pangan daerah

Rabu, 28 Juni 2023 15:25 WIB
Image Print
Petani menabur pupuk di Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Jumat (3/2/2023). Kementerian Pertanian menargetkan produksi komoditas padi sebanyak 54,5 juta ton pada tahun 2023. ANTARA FOTO/Khalis Surry/Lmo/tom. (ANTARA FOTO/KHALIS SURRY)

Palangka Raya (ANTARA) - Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah Anna Elsye mengapresiasi upaya pemerintah kota setempat memperkuat program ketahanan pangan melalui perkembangan pertanian.

"Pertanian di daerah setempat agar dapat berkesinambungan perlu adanya kolaborasi dengan Kementerian Pertanian, salah satunya untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian yang ada di daerah setempat," kata Anna Elsye di Palangka Raya, Rabu.

Anna menuturkan, ketersediaan lahan pertanian di 'Kota Cantik' sebutan Palangka Raya tentunya sangatlah besar, walaupun dengan karakteristik lahan bergambut.

Baca juga: DPRD Palangka Raya ajak warga waspadai hoaks jelang pemilu

Tetapi hal tersebut bukan jadi masalah, melainkan menjadi tantangan tersendiri bagi dinas serta pihak terkait dalam membangun sistem pertanian yang produktif.

"Buktinya selama ini pengembangan pertanian pada lahan gambut, mampu menghasilkan produk-produk pertanian seperti holtikultura, sayur mayur, buah-buahan serta padi contohnya seperti di Kelurahan Pager," katanya.

Srikandi DPRD Kota Palangka Raya yang tergabung di Komisi B itu mengungkapkan, dengan adanya pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan tentunya akan membantu ketersediaan pangan di daerah setempat.

Baca juga: Legislator Palangka Raya minta layanan BPJS Kesehatan prioritaskan lansia

Selama beberapa tahun ini pangan yang ada di daerah setempat, kebanyakannya didatangkan dari luar daerah atau dari provinsi tetangga yakni Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Maka dari itu apabila pengembangan terkait pangan di Kota Palangka Raya berkesinambungan, tentunya hasil hortikultura serta pangan lainnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu sendiri dan tidak lagi memasok pangan dari luar meskipun tidak semua dilakukan," bebernya.

Beberapa waktu lalu, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan kegiatan penanaman padi di Kelurahan Pager merupakan upaya pemkot dalam mendukung ketahanan pangan serta pengendalian inflasi dari sektor pertanian.

Usaha mengendalikan inflasi selain dengan cara melakukan operasi pasar dan pemantauan harga komoditas, disisi lain dilakukan dengan mendukung pengembangan pertanian melalui pemberian bibit tanaman yang selama ini berpotensi terdampak inflasi seperti cabe dan bawang merah.

"Dengan adanya kegiatan menanam padi pada lahan kelompok tani (poktan) di Kelurahan Pager, kami berharap padi yang ditanam tumbuh subur serta menjadi contoh bagi poktan lainnya untuk menanam padi. Kami juga menyadari bahwa kebutuhan akan beras sangat di daerah kita tinggi bahkan masih didatangkan dari luar daerah," demikian Fairid Naparin.



Pewarta :
Uploader: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2026