Pj Bupati meyakini optimalisasi lahan rawa pacu produksi padi di Pulang Pisau

id pemkab pulang pisau, penjabat bupati nunu andriani, optimalisasi lahan rawa, pertanian, pulpis

Pj Bupati meyakini optimalisasi lahan rawa pacu produksi padi di Pulang Pisau

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Andi Nur Alam Syah, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Penjabat Bupati Pulang Pisau Nunu Andriani mendengarkan paparan target progres optimalisasi lahan rawa di kabupaten setempat, Sabtu (16/3/2024). (ANTARA/Adi Waskito)

Pulang Pisau (ANTARA) -
Penjabat Bupati Pulang Pisau Kalimantan Tengah Nunu Andriani optimistis program optimalisasi lahan rawa dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian mampu memacu produktivitas padi di kabupaten setempat.
 
“Kick off hari ini dengan lahan seluas 106 hektare di Kecamatan Kahayan Hilir ini menandai dimulainya program optimalisasi untuk meningkatkan produktivitas padi di kabupaten setempat,” kata Nunu Andriani di Pulang Pisau, Sabtu.
 
Program ini, terang Nunu Andriani, tentunya sangat membantu bagi para petani di kabupaten setempat. Anggaran hingga peralatan dalam program ini dibantu langsung pemerintah setempat dan daerah hanya menyiapkan tempat.
 
Dari total lahan sebagian sudah dilakukan Survei Investigasi dan Desain (SID) dan yang belum masih berproses yang ditargetkan dalam waktu tiga bulan ke depan lahan sudah dikonstruksi.     
 
“Program ini menjadi tantangan bagi pemerintah setempat bersama Forkopimda untuk bekerja sama mencapai target yang telah diberikan itu,” ucapnya.

Baca juga: Jalan rusak di Desa Bawan Pulang Pisau akibatkan antrean panjang
 
Program ini dikatakan Nunu Andriani, bisa sekaligus menjadi jawaban untuk keluhan selama ini bagi para petani di kabupaten setempat, dimana saluran air untuk bisa dialirkan ke lahan rawa persawahan sehingga produktivitas hasil padi yang biasa 3,5 ton per hektare bisa meningkat menjadi lebih dari 4,5 ton per hektare.
 
“Kalau kementerian optimis, kami pemerintah kabupaten tentu lebih optimis mencapai target tersebut dan para petani harus bekerjasama mendukung program ini agar kesejahteraan petani bisa meningkat,” demikian Nunu Andriani.
 
Kepala Dinas Pertanian Pulang Pisau Godfridson mengatakan dengan menggunakan peralatan mekanisasi dipastikan target tercapai sesuai waktu yang ditentukan. Perlakuan optimalisasi di lahan rawa merupakan hal yang baru dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.
 
“Apabila lahan rawa ini bisa dikelola dengan baik dengan tata kelola saluran air yang bagus, maka produktivitas 4,5-5 ton per hectare bisa dicapai,” kata Godfridson.
 
Terkait hambatan yang dihadapi, Godfridson mengaku tidak ada yang signifikan karena para petani sendiri yang mengajukan proposal sejak lama berkeinginan untuk menormalisasi lahan yang dimiliki.
 
Kecamatan yang telah dilakukan SID adalah Kecamatan Kahayan Hilir meliputi Desa Mentaren I, Desa Mentaren II dan Desa Buntoi dengan total 106 hektare.
 
Kecamatan yang masih dalam proses SID di antaranya Kecamatan Jabiren Raya, Kahayan Hilir, Maliku, Pandih Batu, dan Kahayan Kuala dengan luasan 7.081 hektare.
 
Menurut Godfridson, jika target optimalisasi lahan rawa di Kecamatan Kahayan Hilir bisa secepatnya selesai maka direncanakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman datang langsung untuk mengawali tanam padi dilahan yang sudah dioptimalisasi.

Baca juga: Pulang Pisau Menjawet 2045 jadi tema RPJPD

Baca juga: Polres Pulang Pisau memproses hukum pelaku tindak pidana pemilu

Baca juga: Dua caleg di Pulang Pisau alami gejala depresi