Sampit (ANTARA) - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran meninjau langsung perkembangan harga bahan pokok (bapok) di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai salah satu daerah acuan Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah setempat.
“Hari ini kami meninjau kondisi harga bahan pokok di pasar tradisional di Kota Sampit. Alhamdulillah, daya jual masih cukup bagus namun memang ada kenaikan harga tetapi itu masih terbilang wajar,” kata Agustiar di Sampit, Sabtu.
Dalam kunjungan kerja itu, Agustiar turut didampingi Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Wimoko dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tingkat provinsi.
Kedatangan rombongan gubernur ini disambut langsung Bupati Kotim Halikinnor dan Wakil Bupati Irawati serta forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD) Kotim.
Agustiar mengunjungi Pasar Keramat, salah satu pasar terbesar di Kota Sampit sekaligus acuan pendataan IHK oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim.
Setelah berbincang dengan sejumlah pedagang, diketahui telah terjadi kenaikan harga 10-20 persen pada beberapa komoditas pangan seiring dengan semakin dekatnya perayaan Lebaran 2025.
“Kenaikan harga tersebut masih dalam tahap wajar, karena memang biasanya menjelang Hari Raya Idul Fitri harga-harga banyak yang naik. Namun, kami tetap berupaya menjaga stabilitas harga pangan salah satunya dengan melibatkan Bulog,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Kapuas apresiasi program pasar murah Pemprov Kalteng
Agustiar menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah berupaya menekan kenaikan harga pangan menjelang momentum Lebaran dengan menggelar pasar murah bersama Badan Urusan Logistik atau Bulog.
Seperti kegiatan yang digelar pada Jumat (28/3) kemarin, berupa pasar murah serentak pada 1.432 desa di Kalimantan Tengah. Dengan harapan bisa meringankan beban masyarakat menjelang perayaan hari besar keagamaan.
Di sisi lain, Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan kenaikan harga bapok atau pangan jelang Hari Raya Idul Fitri memang telah menjadi hukum ekonomi di Kotim, namun untuk tahun ini fluktuasi harga pangan itu terbilang cukup terkendali.
“Bahkan menurut informasi BPS dan dinas terkait, beberapa hari terakhir sempat terjadi deflasi di Kota Sampit karena penurunan harga beberapa komoditi. Kami juga berharap agar perkembangan harga maupun daya beli masyarakat tetap terkendali di momentum Lebaran ini,” demikian Halikinnor.
Baca juga: Ketua DPRD Mura: Pasar murah Pemprov sangat membantu masyarakat
Baca juga: Murung Raya terima 1.500 paket sembako murah bantuan Pemprov Kalteng
Baca juga: Pemprov gelar pasar murah serentak se-Kalteng, Gubernur kawal penyaluran hingga desa