Kuala Kapuas (ANTARA) - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpustaka) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah terus meningkatkan pendampingan dan fasilitasi pengelolaan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) kepada organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, serta satuan pendidikan.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Disarpustaka dalam mendorong transformasi digital di bidang kearsipan, sejalan dengan arahan Pemerintah Pusat terkait penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” kata Kepala Disarpustaka Kapuas Aswan di Kuala Kapuas, Sabtu.
Aswan menjelaskan, pendampingan ini bertujuan memastikan seluruh instansi memahami cara penggunaan aplikasi Srikandi secara optimal, termasuk dalam proses pembuatan, pengelolaan, penyimpanan, hingga pelestarian arsip digital.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah edukasi mengenai pentingnya tata kelola arsip yang baik dan sesuai dengan kaidah kearsipan nasional.
Disarpustaka secara aktif melakukan sosialisasi, pelatihan, serta bimbingan teknis ke berbagai instansi. Pendekatan ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari OPD, kemudian menjangkau desa dan satuan pendidikan.
Baca juga: Imigrasi Palangka Raya perkuat kolaborasi pengawasan orang asing di Kapuas
Pihaknya juga menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan langsung di lapangan agar implementasi Srikandi berjalan efektif.
Dengan penerapan aplikasi Srikandi, diharap pengelolaan arsip di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kapuas menjadi lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Selain mendukung reformasi birokrasi, sistem ini juga berkontribusi dalam menjaga warisan dokumenter daerah secara digital.
Dia menambahkan, pendampingan dan fasilitasi pengelolaan aplikasi Srikandi dimulai sejak Mei hingga berakhir pada November 2025.
“Ke depan, Disarpustaka terus memperluas cakupan pendampingan serta mendorong kolaborasi lintas sektor, demi terwujudnya tata kelola arsip modern dan berkelanjutan di Kapuas,” demikian Aswan.
Baca juga: Legislator Kapuas apresiasi penurunan angka stunting signifikan
Baca juga: Legislator dorong optimalisasi PAD Kapuas
Baca juga: Disarpustaka Kapuas komitmen tingkatkan pengawasan kearsipan
