Pemerintah Kota Palangka Raya perkuat pengembangan UMKM

id palangka raya,fairid naparin,umkm,kalimantan tengah,kalteng

Pemerintah Kota Palangka Raya perkuat pengembangan UMKM

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin. (ANTARA/Rendhik Andika)

Palangka Raya (ANTARA) - Wali Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) Fairid Naparin menegaskan bahwa pemerintah kota (pemkot) setempat secara konsisten terus memperkuat ekonomi kerakyatan yakni melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“UMKM merupakan garda terdepan dalam meningkatkan perekonomian di Kota Palangka Raya, sehingga perhatian dan dukungan pengembangan harus terus diberikan,” kata Fairid di Palangka Raya, Rabu.

Menurutnya, usaha ekonomi lokal seperti UMKM maupun industri skala kecil menengah, harus dapat memberikan dampak positif. Salah satunya menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Kota Palangka Raya.

“Perkembangan usaha ekonomi lokal seperti UMKM maupun industri skala kecil menengah selama ini mampu memperkuat perekonomian masyarakat. Bahkan mampu menurunkan laju inflasi di Kota Palangka Raya,” tambahnya.

Adapun perhatian dari pemerintah yang dimaksud lanjut Fairid, yakni memastikan pelaku UMKM dapat berkembang dan bersaing di pasaran. Berikutnya memberikan pelatihan bagi pelaku UMKM, sehingga mampu menghasilkan produk usaha yang bisa bersaing dengan produk usaha lainnya.

“Juga harus disadari keberadaan UMKM di Kota Palangka Raya sejauh ini, memiliki potensi untuk membuka lapangan pekerjaan dan berkontribusi menyerap tenaga kerja. Maka dari itu perhatian dan dukungan harus terus diberikan,” jelasnya.

Baca juga: Katingan Hilir juara umum MTQ XVII Katingan

Pemerintah Kota Palangka Raya sendiri imbuh Fairid, terus menjalankan berbagai langkah strategis dalam mendorong pengembangan UMKM. Baik dalam hal kemudahan perizinan, sertifikat halal serta permodalan, sehingga pada akhirnya UMKM mampu naik kelas.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Pengembangannya harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembiayaan, peningkatan kapasitas produksi, sampai dengan perluasan pasar melalui digitalisasi,” kata Fairid.

Fairid mengatakan, pemerintah mencatat, hingga pertengahan 2025, lebih dari 24 juta pelaku UMKM telah terhubung dengan platform digital, dan ditargetkan jumlahnya mencapai 30 juta pada akhir tahun.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas UMKM Provinsi Kalimantan Tengah, pada 2023 tercatat jumlah UMKM di Kota Palangka Raya berjumlah 27.298 terdiri dari 19.042 usaha mikro, 7922 usaha kecil dan 334 usaha menengah.

"Untuk mendukung hal itu, pemerintah kota terus memperluas program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah, serta menyederhanakan proses perizinan berusaha bagi pelaku usaha mikro. Selain itu, pelatihan kewirausahaan dan literasi digital juga terus ditingkatkan," katanya.

Baca juga: BPJS Kesehatan kawal layanan di Puskesmas jamin kemudahan akses berobat peserta JKN

Baca juga: DPRD Palangka Raya minta pemerintah perhatikan pembangunan wilayah pinggiran

Baca juga: DPRD apresiasi Puskesmas Bukit Hindu 'jemput bola' lakukan layanan kesehatan


Pewarta :
Editor : Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.