Palangka Raya (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyatakan peningkatan integritas proses hilirisasi yang terus pihaknya pacu, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Kami sangat antusias mempromosikan SDA Kalteng untuk masa depan Indonesia," katanya di Palangka Raya, Rabu.
Dia mengatakan, Kalimantan Tengah masih sangat membutuhkan investasi agar pendapatan daerah terus meningkat.
"Seperti yang sudah terlihat dari kuartal pertama yang mencapai Rp7 triliun," jelasnya.
Baca juga: Pemprov Kalteng komitmen tingkatkan perlindungan anak dan pemberdayaan keluarga
Gubernur berharap investasi ini dapat segera direalisasikan melalui kerja sama yang baik maupun dukungan dari Pemerintah Pusat salah satunya Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI.
Sebelumnya Gubernur Agustiar Sabran menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia Todotua Pasaribu di Jakarta.
Rakor ini berfokus membahas secara mendalam potensi besar Kalteng dalam pengembangan investasi, terutama di sektor sumber daya alam (SDA) mineral dan pertanian.
Wakil Menteri Todotua Pasaribu menyoroti Kalteng sebagai salah satu daerah dengan cadangan SDA mineral dan potensi pertanian melimpah.
"Kami menyambut baik kunjungan Gubernur Kalteng dan rombongan. Kalteng memiliki strategi hilirisasi yang menjanjikan, dan kami bahkan telah mereferensikan salah satu investor untuk mengembangkan kawasan industri di sana," jelasnya.
Ia menjelaskan, kawasan industri tersebut akan mengintegrasikan proses hilirisasi dan smelterisasi, khususnya untuk pengolahan bauksit menjadi alumina dan aluminium, serta hilirisasi mineral silika. Selain itu, Kalteng juga kaya akan batubara, kupermas, dan agrikultur sawit.
Lebih lanjut, Wamen Todotua Pasaribu juga menekankan pentingnya strategi infrastruktur logistik untuk memaksimalkan pemanfaatan SDA Kalteng agar memiliki daya saing global. Ia menambahkan, Kalteng juga memiliki potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 500 MW.
Baca juga: Tercatat 251 angkutan terjaring penertiban tim gabungan di Kalimantan Tengah
Baca juga: Deden Agustiar Sabran pimpin Pemuda Tani Kalimantan Tengah
Baca juga: Pimpin panen raya di Kapuas, Gubernur sebut bentuk dukungan swasembada pangan
