Enam mahasiswa kehutanan UPR raih beasiswa OCS 2025

id ybni,upr,palangka raya,kalteng,kalimantan tengah

Enam mahasiswa kehutanan UPR raih beasiswa OCS 2025

Mahasiswa Fakultas Ilmu Pertanian, Jurusan Kehutanan, Universitas Palangka Raya (UPR) menerima beasiswa Peduli Orangutan atau "Orangutan Caring Scholarship" (OCS) 2025. (ANTARA/Rendhik Andika)

Palangka Raya (ANTARA) - Sebanyak enam mahasiswa Jurusan Kehutanan, Fakultas Ilmu Pertanian, Universitas Palangka Raya (UPR) berhasil meraih beasiswa Peduli Orangutan atau "Orangutan Caring Scholarship" (OCS) 2025.

"Saya sangat senang melihat antusiasme para mahasiswa UPR yang lolos seleksi dan menerima beasiswa tersebut," kata Chairman Orangutan Republik Foundation (OURF) Gary Saphiro di Palangka Raya, Kamis.

Dia menerangkan, program beasiswa untuk enam mahasiswa itu sendiri terselenggara atas kerjasama Fakultas Ilmu Pertanian UPR dengan Yayasan Borneo Nature Indonesia (YBNI) dan OURF. Berhasil diseleksi dari 10 mahasiswa yang mendaftar.

Gary pun berharap para mahasiswa dapat memakai dana beasiswa ini dengan baik sehingga mendapatkan pendidikan serta pengalaman yang lebih sehingga meningkatkan minat terhadap upaya konservasi orangutan.

"Mereka juga harus dapat melakukan kegiatan konservasi lebih baik, dan juga lebih peduli terhadap satwa liar seperti orangutan serta lingkungan hidup," kata Gary.

Baca juga: Pemprov Kalteng tak jadi tarik aset tanah kantor wali kota

Head of Operational YBNI Tjatur Setiyo Basuki
menyatakan program beasiswa ini akan semakin mendukung berbagai upaya tentang penyelamatan dan pelestarian orangutan.

"Bagi kita program ini adalah invesitasi jangka panjang untuk sektor manusia atau SDMnya. Bahwa kita ingin mencetak kader-kader konservasi yang memiliki pemikiran dalam advokasi dan konservasi orangutan," katanya.

Dia mengatakan, beasiswa ini merupakan alat yang selanjutnya mahasiswa yang terpilih sebagai penerima beasiswa nantinya di masa mendatang memiliki semangat untuk melakukan konservasi.

"Apalagi upaya konservasi orangutan ini tidak hanya sebatas spesies tetapi juga ada lingkungan hutan, masyarakat, aspek hukum dan sebagainya sehingga harus terintegrasikan," katanya.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya Dr Wilson MSi mengungkapkan bahwa kerja sama dalam bidang beasiswa ini telah dimulai sejak 2018 yang lalu dan sangat membantu para mahasiswa di Jurusan Kehutanan.

"Tahun ini ada 10 peserta yang mengikuti seleksi, namun hanya enam orang saja yang lolos dan berhak mendapatkan OCS ini. Para mahasiswa ini diharapkan juga belajar menyelamatkan hutan dan satwa yang ada di dalamnya," katanya.

Baca juga: Polda Kalteng siapkan regulasi dan pembenahan SPPG

Baca juga: REI Kalteng salurkan bantuan Rp200 juta untuk benahi RTLH

Baca juga: Hajrianor dilantik jadi Kepala Kanwil Kemenkum Kalteng


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.