DPRD Kalteng sebut Jembatan Sei Jelai jadi pemicu pertumbuhan ekonomi baru

id Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Lohing Simon, DPRD Kalimantan Tengah, DPRD Kalteng, Kalteng, Kalimantan Tengah

DPRD Kalteng sebut Jembatan Sei Jelai jadi pemicu pertumbuhan ekonomi baru

Ketua Komisi IV DPRD Kalteng Lohing Simon. ANTARA/Dokumentasi pribadi.

Palangka Raya (ANTARA) - Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah Lohing Simon menilai, pembangunan Jembatan Sei Jelai di Kabupaten Sukamara bukan sekedar capaian infrastruktur, tetapi momentum penting yang dapat mendorong lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat provinsi setempat.

"Jembatan ini bukan hanya penghubung antarwilayah, tapi juga penggerak ekonomi masyarakat," kata Lohing di Palangka Raya, Senin.

Menurut dirinya, keberadaan jembatan yang menghubungkan sejumlah kawasan strategis di Sukamara akan menjadi katalis bagi peningkatan arus barang dan jasa serta mempercepat mobilitas masyarakat.

Lohing menjelaskan, pembangunan Jembatan Sei Jelai menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam memperkuat konektivitas daerah dan mengurangi ketimpangan antarwilayah. Infrastruktur tersebut diyakini mampu memperluas akses perdagangan dan mempercepat distribusi hasil pertanian serta perikanan lokal.

"Dengan terbukanya jalur transportasi yang lebih efisien, biaya logistik bisa ditekan dan daya saing produk lokal meningkat. Ini sangat penting bagi daerah dengan potensi sumber daya alam besar seperti Sukamara," ujarnya.

Legislator Kalteng itu menyebutkan, kolaborasi antara pemerintah provinsi dan sektor swasta dalam proyek ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan. Pola kemitraan seperti ini, menurutnya, bisa diterapkan pada proyek-proyek serupa di daerah lain yang memiliki keterbatasan anggaran.

"Kolaborasi publik-swasta terbukti efektif. Pemerintah mendapat dukungan pendanaan, sementara swasta berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal," katanya.

Selain manfaat ekonomi, Lohing juga menyoroti dampak sosial dari pembangunan jembatan tersebut. Dengan akses yang lebih terbuka, masyarakat dapat lebih mudah menjangkau fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pasar, yang sebelumnya sulit dijangkau akibat keterbatasan transportasi.

"Jadi manfaatnya bukan hanya ekonomi, tapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah pembangunan," tambahnya.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan Jembatan Sei Jelai menunjukkan pentingnya perencanaan matang, koordinasi lintas sektor, dan keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap pembangunan. Tanpa sinergi, kata dia, proyek infrastruktur berskala besar sulit mencapai hasil maksimal.

"Pembangunan fisik bisa selesai, tapi dampak nyatanya baru terasa jika masyarakat ikut berperan menjaga dan memanfaatkannya secara optimal," ujar Lohing.

Kedepan, ia berharap keberhasilan proyek ini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kalimantan Tengah untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mempercepat pembangunan daerah.

"Jembatan Sei Jelai adalah contoh nyata bahwa kerja sama dan visi bersama bisa mengubah keterisolasian menjadi peluang kemajuan," demikian Lohing.


Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.