Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, siap menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) pemilihan Bupati dan Wakil Bupati setempat tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 6 Agustus 2025.
"Pemerintah daerah pemerintah daerah telah mempersiapkan seluruh tahapan PSU dengan baik, guna memastikan proses PSU pilkada 2024 berjalan lancar pada Rabu (6/8)," kata Penjabat Bupati Barito Utara Indra Gunawan di Muara Teweh, Senin.
Hal itu disampaikan Indra pada rapat koordinasi (rakor) pemantauan dan pengawasan PSU yang dihadiri Staf Khusus Kemenko Polkam Letjen TNI (Purn) Yoedhi Swastanto (Bidang Pertahanan), Prof Dr Imron Cottan (Bidang Luar Negeri),Irjen Pol Arradina Zessa Devy (Bidang Intelijen, Aktivis dan Pergerakan) serta Direktur Politik Dalam Negeri Kemendagri Syarmadani dan pejabat lainnya di Muara Teweh.
Menurut Indra, pentingnya netralitas aparatur sipil negara (ASN) dan mengingatkan semua pihak untuk terlibat aktif dalam menjaga stabilitas serta keamanan selama tahapan PSU berlangsung.
Pemkab Barito Utara, katanya, bersama seluruh jajaran stakeholder terkait, baik KPU, Bawaslu, TNI, Polri, kejaksaan, serta seluruh instansi terkait lainnya, terus melakukan koordinasi untuk memastikan pelaksanaan PSU berjalan dengan baik.
"Kami mengharapkan dukungan dari Kemendagri dan Kemenko Polkam agar PSU pilkada 2024 di Barito Utara dapat terlaksana dengan lancar," ungkap Indra Gunawan.
Ketua Tim Pemantau PSU, Letjen TNI (Purn) Yoedhi Swastanto juga menyampaikan apresiasi atas persiapan yang matang dari semua pihak terkait.
Dirinya berharap pelaksanaan PSU di Kabupaten Barito Utara ini berjalan sesuai harapan dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran yang terlibat dalam persiapan PSU ini. Kami berharap, melalui koordinasi yang baik, PSU Pilkada 2025 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar," kata Yoedhi Swastanto.
Baca juga: Pj Bupati Barito Utara berangkatkan distribusi logistik PSU pilkada
Baca juga: Polda Kalteng tugaskan 403 personel kawal PSU Barito Utara
Direktur Politik Dalam Negeri Kemendagri Syarmadani mengingatkan bahwa pengawasan yang ketat dan dukungan penuh dari pemerintah daerah menjadi faktor utama dalam menjamin keberhasilan pelaksanaan PSU.
Ia juga menegaskan bahwa proses demokrasi harus berlangsung dengan mengedepankan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
"Keberhasilan PSU sangat bergantung pada komitmen dan kerja keras semua pihak yang terlibat. Pemerintah daerah, bersama Kemendagri dan Kemenko Polkam, akan terus melakukan pengawasan dan memberikan dukungan penuh untuk kelancaran tahapan pilkada," kata Syarmadani.
Baca juga: Kedua tim paslon PSU Pilkada Barito Utara lakukan deklarasi damai
Baca juga: Dukung PSU Barut, PLN Kalselteng gelar pemeliharaan gabungan PDKB
Rakor ini diakhiri dengan paparan dari masing-masing stakeholder terkait mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan dalam memantau pelaksanaan PSU di Kabupaten Barito Utara. Harapannya, PSU dapat berjalan dengan tertib dan mencerminkan kehendak rakyat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pada Senin pagi pemkab Barito Utara menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan PSU Pilkada Barito Utara di Arena Tiara Batara, Muara Teweh.
PSU Pilkada Barito Utara dijadwalkan berlangsung pada Rabu (6/8) di sembilan kecamatan sebagaimana tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 313/PHPU.BUP-XXII/2025 diikuti dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara yakni calon nomor urut 1 Shalahuddin dan Felix S Tingan serta calon nomor urut 2 Jimmy Carter dan Inriaty Karawaheni.
Baca juga: Wamendagri tekankan sinergi Pemkab Barito Utara jamin PSU pilkada aman
