Dinkes Kotim targetkan minimal 80 persen warga jalani CKG

id Pemkab Kotim, kalteng, Sampit, kotim, Kotawaringin Timur, dinkes kotim, umar kaderi, kesehatan, cek kesehatan gratis, ckg

Dinkes Kotim targetkan minimal 80 persen warga jalani CKG

Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi menyampaikan terkait program cek kesehatan gratis yang mulai digalakkan, Sabtu (17/8/2025). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menargetkan setidaknya 80 persen warga Kotim menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mengetahui pola penyakit di wilayah tersebut.

“Kami usahakan paling tidak 80 persen masyarakat mengikuti CKG sehingga kami bisa tau pola penyakit di Kotim seperti apa, tata laksananya bagaimana dan pencegahan seperti apa, sehingga masyarakat kita benar-benar sehat dan kalau ada indikasi penyakit bisa ditangani sejak dini,” Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi di Sampit, Sabtu.

Ia menjelaskan, sesuai instruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai 4 Agustus 2025 dilaksanakan CKG untuk anak sekolah, baik itu jenjang SD, SMP hingga SMA. Dinkes Kotim mengerahkan tenaga kesehatan untuk mendatangi sekolah satu persatu.

Selain itu, CKG juga dilaksanakan bagi masyarakat umum, khususnya pada tempat-tempat keramaian atau kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, seperti pasar, Car Free Day (CFD) di taman kota, mal, dan sebagainya.

Dinkes Kotim melibatkan seluruh tenaga kesehatan di dalam kota dan puskesmas yang ada untuk memberikan layanan CKG. Warga cukup datang ke puskesmas terdekat dan mendaftar untuk mendapat layanan.

“Ini berlangsung selamanya, sampai ada instruksi terbaru dari Kemenkes. Memang sebelumnya sempat ada kendala, karena harus terdaftar di Satu Sehat dan sebagian warga kita belum mengerti. Tetapi itu sudah kami atasi, warga yang datang cukup menunjukkan KTP lalu petugas kami yang akan menginput datanya di Satu Sehat,” jelasnya.

Ia melanjutkan, kegiatan ini merupakan bentuk promosi kesehatan secara preventif yang dilakukan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan atau penyakit sebelum timbul, dengan harapan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Baca juga: Ibu dan anak di Kotim kompak unjuk kreasi lomba peragaan busana HUT RI

Melalui CKG ini diharapkan dapat mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, sehingga bisa ditangani lebih cepat sebelum menjadi kronis atau mengarah pada kecacatan. Seperti diabetes yang dapat berujung pada gagal ginjal.

Sebelum CKG untuk anak sekolah, sebenarnya pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Kotim sudah dimulai sejak Februari 2025. Sejauh ini setidaknya 30 persen warga Kotim telah dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis.

Untuk CKG yang dilaksanakan secara jemput bola biasanya meliputi cek tensi darah, diabetes, kolesterol, asam urat dan mengisi kuesioner untuk mengetahui kesehatan mental dari yang bersangkutan.

“Namun, jika ingin menjalani cek kesehatan yang lebih lengkap bisa datang ke puskesmas terdekat, skriningnya bisa dilakukan dari kepala sampai kaki. Mulai dari otak, mata, telinga, tenggorokan, paru-paru, jantung, ginjal semua dicek, sehingga lengkap,” lanjutnya.

Meski tak bisa menjabarkan hasil CKG warga Kotim sejauh ini, namun Umar mengimbau masyarakat agar lebih menerapkan pola hidup sehat.

Konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan hindari konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat, lemak serta gula, contohnya minuman kemasan yang tinggi gula. Kemudian, perbanyak minum air putih, beristirahat yang cukup dan yang terpenting olahraga teratur.

“Karena itulah pencegahan penyakit yang paling bagus, yakni dengan menerapkan pola hidup sehat dan yang terpenting olahraga rutin, minimal 30 menit sehari,” demikian Umar.

Baca juga: Meriahkan HUT RI, Pemkab Kotim jadwalkan kegiatan setiap pekan

Baca juga: Bupati Kotim harap anggota Paskibraka jadi generasi penerus berintegritas

Baca juga: Komitmen Disdik Kotim dorong peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia diapresiasi


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.