Logo Header Antaranews Kalteng

DPRD Palangka Raya sebut optimalisasi pasar penyeimbang dorong perputaran ekonomi lokal

Kamis, 13 November 2025 17:45 WIB
Image Print
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya Noorkhalis Ridha. ANTARA/Dokumen pribadi.

Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Noorkhalis Ridha menilai program pasar penyeimbang yang dijalankan pemerintah kota tidak hanya berdampak pada stabilitas harga, tetapi juga mampu mendorong perputaran ekonomi lokal.

"Kegiatan ini memberi efek ganda, bukan hanya membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, tapi juga menghidupkan sektor usaha mikro di Palangka Raya," katanya di Palangka Raya, Kamis.

Menurut Ridha, kegiatan rutin seperti pasar penyeimbang membuka ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk memasarkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.

Ia menyebutkan, banyak pedagang dan pelaku UMKM yang merasakan manfaat dari penyelenggaraan pasar tersebut. Selain menambah pendapatan, mereka juga bisa memperluas jaringan pemasaran dan membangun kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.

"Pasar penyeimbang ini sekaligus menjadi wadah promosi yang efektif bagi produk hasil usaha masyarakat, seperti olahan pangan dan sayuran lokal," ucapnya.

Ia juga mendorong kegiatan pasar penyeimbang tidak hanya difokuskan pada penyediaan sembako, tetapi dikembangkan menjadi pusat kegiatan ekonomi rakyat.

Ridha menyontohkan, dengan menambah stan untuk produk UMKM dan hasil pertanian lokal, agar pemasaran produk UMKM lokal dapat meluas.

"Dengan cara itu, pasar penyeimbang bisa jadi ajang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi lokal," ujarnya.

Baca juga: DPRD minta Pemkot Palangka Raya perkuat layanan kesehatan hadapi cuaca ekstrem

Selain itu, ia mengusulkan agar pemerintah kota mengatur sistem pelaksanaan yang lebih terencana, seperti jadwal tetap di beberapa titik kelurahan agar dampaknya lebih merata ke seluruh wilayah Palangka Raya.

Menurutnya, perlu juga dukungan dari dinas terkait untuk memberikan pelatihan pengemasan, promosi, dan pengelolaan usaha kepada pedagang yang ikut serta.

"Pasar penyeimbang jangan dilihat sebatas program subsidi harga, tapi sebagai sarana memperkuat ekonomi masyarakat dan menumbuhkan semangat kemandirian warga Palangka Raya," demikian Ridha.

Baca juga: Optimalisasi kesiapsiagaan warga Palangka Raya kunci penting cegah kebakaran

Baca juga: DPRD minta Pemkot Palangka Raya lebih fokus berdayakan ekonomi warga miskin

Baca juga: Legislator Palangka Raya sebut pelestarian budaya perlu fasilitas dan ruang ekspresi



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026