Logo Header Antaranews Kalteng

Kemenhaj Kotim matangkan persiapan keberangkatan JCH 2026

Kamis, 9 April 2026 19:56 WIB
Image Print
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kotim Tiariyanto. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.

Sampit (ANTARA) - Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, melakukan persiapan akhir untuk memastikan keberangkatan 171 jamaah calon haji (JCH) tahun 1447 H/2026 M berjalan maksimal di tengah efisiensi anggaran.

“Untuk keberangkatan dari Bandara Haji Asan Sampit menuju embarkasi Banjarmasin pada 1 Mei 2026. Menginap satu malam di Asrama Haji Banjarbaru sekaligus pemeriksaan kesehatan berkala,” kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kotim Tiariyanto di Sampit, Kamis.

Tiariyanto menyampaikan, total JCH Kotim yang diberangkatkan tahun ini sebanyak 171 orang. Berdasarkan skema operasional, JCH Kotim terbagi dalam dua kelompok terbang (Kloter).

Kloter 6 yang berjumlah 167 jamaah masuk dalam gelombang pertama, sementara 4 jamaah sisa akan diberangkatkan pada gelombang kedua yang tergabung dalam Kloter 19.

Sesuai jadwal penerbangan, Kloter 6 akan bertolak dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin pada 2 Mei 2026 pukul 04.20 WITA menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 8106 menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Aziz, Madinah.

“Rombongan tersebut diperkirakan akan mendarat di Arab Saudi pada pukul 12.15 waktu setempat. Sementara itu, 4 jamaah yang berada di Kloter 19 baru akan dijadwalkan memulai perjalanan ibadah mereka pada tanggal 20 Mei 2026 mendatang,” lanjutnya.

Selain jadwal keberangkatan, Kemenhaj Kotim juga mengkonfirmasi bahwa distribusi logistik berupa koper akan dilakukan dalam waktu dekat. Manasik haji dan pemeriksaan kesehatan juga telah dilaksanakan.

Dari total kuota yang ada, terdapat enam jamaah prioritas lansia di atas 65 tahun, empat jamaah cadangan, serta 161 jamaah reguler.

Jamaah usia termuda berumur 24 tahun bernama Agnes Dina Maulina dan yang tertua berumur 77 tahun bernama Muhammad Arifin. Total lansia yang berangkat tahun ini ada 16 dan terdapat empat jamaah yang menggunakan bantuan kursi roda.

Baca juga: Kotim tanam padi serentak 284 hektare di lahan Cetak Sawah Rakyat

Terkait aspek pembiayaan, Tiariyanto memaparkan adanya penurunan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) secara nasional. Pada 2025, BPIH tercatat sebesar Rp89.410.258, namun pada 2026 ini angka tersebut turun menjadi Rp87.409.366.

Untuk biaya pelunasan nasional sendiri ditetapkan sebesar Rp54.193.806. Namun, bagi jamaah asal Kotim yang melalui embarkasi Banjarmasin, nilai pelunasan yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp55.538.922 setelah dikurangi setoran awal.

“Nilai pelunasan di embarkasi Banjarmasin memang sedikit berbeda, namun itu sudah dikurangi setoran awal sebesar Rp25.000.000. Kami terus berkoordinasi agar pelayanan kepada jamaah tetap prima meskipun ada penyesuaian anggaran,” tandasnya.

Sebelumnya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kotim Waren menyampaikan bahwa layanan bagi JCH Kotim tetap maksimal meski pemerintah daerah tengah menerapkan efisiensi anggaran.

"Walaupun efisiensi, jangan sampai mengurangi pelayanan terhadap jamaah haji agar mereka bisa fokus beribadah dengan kesehatan yang prima,” ujarnya.

Sama seperti tahun sebelumnya, Pemkab Kotim menyediakan layanan carter pesawat untuk mengantarkan para JCH ini menuju embarkasi Banjarmasin yang akan dibagi dalam dua kali penerbangan.

Faktor kesehatan dan kenyamanan JCH menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah untuk tetap menyediakan layanan carter pesawat dibandingkan dengan alternatif lainnya, seperti transportasi darat maupun penerbangan komersil.

JCH merupakan satu kesatuan kelompok yang tidak bisa berangkat secara terpisah-pisah demi mempermudah pemantauan kesehatan mereka. Sehingga, meski penerbangan komersial tersedia, pihaknya memilih tidak menggabungkan rombongan jamaah dengan penumpang umum.

Langkah ini juga dilakukan untuk mengantisipasi pengecekan kesehatan terakhir dan lainnya yang akan dilaksanakan oleh petugas saat tiba di embarkasi Banjarmasin.

“Ini mengantisipasi kondisi kesehatan JCH juga, supaya mereka bisa memenuhi standar-standar dimiliki untuk keberangkatan haji, karena nanti ada pengecekan terakhir lagi di Banjarmasin. semua dicek dan diberi vaksin segala macam. Makanya, tidak gabung dengan penumpang umum,” demikian Waren.

Baca juga: DPRD Kotim dorong peran PBS wujudkan pemerataan listrik desa

Baca juga: DPRD Kotim tekankan loyalitas atlet jelang Porprov XIII Kalteng

Baca juga: KONI pastikan Kotim tetap ikut Porprov Kalteng meski anggaran belum cair



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026