Sosok - Tute Lelo, 25 Tahun Urus Pertanian di Kalteng
Rabu, 19 Agustus 2015 12:45 WIB
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalteng, Tute Lelo. (Foto Antara Kalteng/Jaya WM)
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Tute Lelo, nama yang tak asing lagi dalam dunia pertanian di wilayah Kalimantan Tengah. Ia sudah selama 25 tahun telah mengabdi dan konsisten mengurus pertanian dalam skala luas. Tak tanggung-tanggung, selama seperempat abad tersebut dipercaya mengisi jabatan strategis di tingkat pemerintahan kabupaten hingga provinsi.
Dari tahun 1990 hingga 2002 telah dipercaya menjadi Plt Kepala Cabang maupun Pj Kepala Dinas Peternakan di Kabupaten Barito Utara. Pada tahun 2002 pindah dan menjabat Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan di Kabupaten Murung Raya hingga tahun 2007.
Pada tahun 2007-2008 diberi kepercayaan menjabat Kepala Dinas Kehewanan Provinsi Kalteng, dan sejak 2008 sampai sekarang masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalteng.
"Kalau mengenai seperti apa kinerja saya, kan yang menilai pimpinan. Saya hanya bekerja keras dan sepenuh hati agar pertanian di Indonesia, khususnya Kalteng berkembang pesat. Itu saja mimpi saya," kata Tute.
Pria kelahiran Tumbang Samba Provinsi Kalteng ini berkeyakinan bahwa pertanian merupakan profesi mulia dan memberikan keuntungan yang sangat besar bagi perekonomian masyarakat. Hanya, dia melihat keseriusan dan kesungguhan dari pertanian masih memerlukan motivasi maupun dukungan penuh dari pemerintah.
Berlandaskan itu, lulusan Magister Manajemen Agribisnis ini terus berupaya melakukan inovasi dan berbagai terobosan agar petani terbantu dan pertanian di Kalteng berkembang pesat. Inovasi yang terbaru dilakukan adalah mempercepat pengadaan bibit bagi petani, dan kandang penyangga.
"Petani Kalteng itukan mulai menanam padi awal bulan April, sedangkan anggaran hingga lelang pengadaan bibit lebih dari bulan April. Alhasil, bantuan bibit dari pemerintah kepada petani selalu terlambat. Ini jadi masalah setiap tahun," kata ayah dua anak ini.
Mengantisipasi agar bantuan tersebut berguna dan bisa meningkatkan produksi petani padi, Tute meminta izin kepada Gubernur Kalteng yang masih dijabat Agustin Teras Narang agar mengadakan lelang terlebih dahulu sembari menunggu APBD ditetapkan Kementerian Dalam Negeri. Permintaan tersebut disetujui dan bantuan bibit kepada petani pun menjadi tepat waktu.
Sedangkan inovasi untuk kandang penyangga, merupakan upaya mengatasi agar ayam ras tidak secara terus menerus menjadi sumber penyumbang inflasi di provinsi Kalteng. Di mana, kandang penyangga tersebut proyek Distanak Kalteng mengembangkan ayam ras dengan melibatkan masyarakat dan bekerja sama dengan berbagai perusahaan.
"Kandang penyangga itu tidak hanya mengatur agar harga ayam ras tetap stabil, tapi juga menyediakan lapangan pekerjaan sekaligus memberikan tambahan bagi pendapatan asli daerah (PAD). Tidak besar memang untuk PAD, tapi ada lah," kata suami dari Lovie Wijaya ini.
Berkat pengabdian dan kerja kerasnya sebagai ASN maupun mengembangkan pertanian, dirinya telah menerima tanda jasa dari Preisen Republik Indonesia di berupa Satyalancana Karya Satya X tahun 2007 dan Satyalancana Karya Satya XX tahun 2012.
Tidak hanya itu, dirinya juga sering diikutsertakan Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang mengikuti berbagai event internasional, diantaranya pertemuan tahunan GCF di Brazilia dan undangan Sekjen Dewan PBB di Amerika Serikat.
"Saya tidak pernah berpikir atau mencari penghargaan. Saya hanya ingin bekerja sepenuh hati dan punya tanggungjawab moral memajukan pertanian di Indonesia, khususnya Kalteng. Itu saja," demikian Tute Lelo.
Dari tahun 1990 hingga 2002 telah dipercaya menjadi Plt Kepala Cabang maupun Pj Kepala Dinas Peternakan di Kabupaten Barito Utara. Pada tahun 2002 pindah dan menjabat Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan di Kabupaten Murung Raya hingga tahun 2007.
Pada tahun 2007-2008 diberi kepercayaan menjabat Kepala Dinas Kehewanan Provinsi Kalteng, dan sejak 2008 sampai sekarang masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalteng.
"Kalau mengenai seperti apa kinerja saya, kan yang menilai pimpinan. Saya hanya bekerja keras dan sepenuh hati agar pertanian di Indonesia, khususnya Kalteng berkembang pesat. Itu saja mimpi saya," kata Tute.
Pria kelahiran Tumbang Samba Provinsi Kalteng ini berkeyakinan bahwa pertanian merupakan profesi mulia dan memberikan keuntungan yang sangat besar bagi perekonomian masyarakat. Hanya, dia melihat keseriusan dan kesungguhan dari pertanian masih memerlukan motivasi maupun dukungan penuh dari pemerintah.
Berlandaskan itu, lulusan Magister Manajemen Agribisnis ini terus berupaya melakukan inovasi dan berbagai terobosan agar petani terbantu dan pertanian di Kalteng berkembang pesat. Inovasi yang terbaru dilakukan adalah mempercepat pengadaan bibit bagi petani, dan kandang penyangga.
"Petani Kalteng itukan mulai menanam padi awal bulan April, sedangkan anggaran hingga lelang pengadaan bibit lebih dari bulan April. Alhasil, bantuan bibit dari pemerintah kepada petani selalu terlambat. Ini jadi masalah setiap tahun," kata ayah dua anak ini.
Mengantisipasi agar bantuan tersebut berguna dan bisa meningkatkan produksi petani padi, Tute meminta izin kepada Gubernur Kalteng yang masih dijabat Agustin Teras Narang agar mengadakan lelang terlebih dahulu sembari menunggu APBD ditetapkan Kementerian Dalam Negeri. Permintaan tersebut disetujui dan bantuan bibit kepada petani pun menjadi tepat waktu.
Sedangkan inovasi untuk kandang penyangga, merupakan upaya mengatasi agar ayam ras tidak secara terus menerus menjadi sumber penyumbang inflasi di provinsi Kalteng. Di mana, kandang penyangga tersebut proyek Distanak Kalteng mengembangkan ayam ras dengan melibatkan masyarakat dan bekerja sama dengan berbagai perusahaan.
"Kandang penyangga itu tidak hanya mengatur agar harga ayam ras tetap stabil, tapi juga menyediakan lapangan pekerjaan sekaligus memberikan tambahan bagi pendapatan asli daerah (PAD). Tidak besar memang untuk PAD, tapi ada lah," kata suami dari Lovie Wijaya ini.
Berkat pengabdian dan kerja kerasnya sebagai ASN maupun mengembangkan pertanian, dirinya telah menerima tanda jasa dari Preisen Republik Indonesia di berupa Satyalancana Karya Satya X tahun 2007 dan Satyalancana Karya Satya XX tahun 2012.
Tidak hanya itu, dirinya juga sering diikutsertakan Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang mengikuti berbagai event internasional, diantaranya pertemuan tahunan GCF di Brazilia dan undangan Sekjen Dewan PBB di Amerika Serikat.
"Saya tidak pernah berpikir atau mencari penghargaan. Saya hanya ingin bekerja sepenuh hati dan punya tanggungjawab moral memajukan pertanian di Indonesia, khususnya Kalteng. Itu saja," demikian Tute Lelo.
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Bartim dan DPRD Banjar sharing pelaksanaan makan bergizi gratis
10 April 2025 16:18 WIB, 2025
Pemkab Bartim bersama Bulog jaga pasokan dan harga pangan selama ramadhan
17 March 2025 16:28 WIB, 2025
Kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat jadi isu strategis RPJMD Bartim
07 December 2023 17:53 WIB, 2023
Siap-siap! Penanaman Bawang 500 Hektare Untuk Penuhi Kebutuhan Kalteng
15 September 2016 6:15 WIB, 2016