Kebutuhan oksigen tabung Kalteng per hari capai 2.700 m3
Sabtu, 28 Agustus 2021 18:56 WIB
Penjabat Sekda Kalteng Nuryakin (baju merah) saat menerima CSR perusahaan berupa oksigen cair di RSUD Doris Sylvanus, Palangka Raya, Sabtu, (28/8/2021). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
Palangka Raya (ANTARA) - Berdasarkan data Provinsi Kalimantan Tengah per 26 Agustus 2021, total kebutuhan oksigen tabung per hari mencapai hingga 2.700 m3 dan penggunaan liquid sebanyak 6.300 m3 per hari.
Adapun angka ketersediaan oksigen hingga saat ini, terdiri dari liquid untuk 5,6 hari atau 135 jam dan total volume oksigen tabung mencapai 3,6 hari atau 85 jam, kata Penjabat Sekda Kalteng Nuryakin mewakili Gubernur Sugianto Sabran saat menerima CSR oksigen cair dari pihak swasta, Palangka Raya, Sabtu.
"Dari data tersebut terlihat terjadi perbaikan kondisi oksigen yang kemungkinan disebabkan suplai yang lancar, banyaknya bantuan dan upaya pemda bekerja sama dengan penyedia," jelasnya.
Selain itu menurunnya penggunaan oksigen juga sehubungan dengan keterisian tempat tidur atau 'bed occupancy ratio' (BOR) rumah sakit yang semakin membaik.
Untuk itu pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua yang tetap berjuang dan mengupayakan pengendalian pandemi COVID-19 di Kalteng. Seperti diketahui upaya mengatasi pandemi terus berlangsung dan telah berhasil melewati puncak penularan pada Juli 2021 dan mulai menurun pada Agustus 2021.
Adapun dalam kegiatan tersebut pihaknya juga menyampaikan, diterimanya bantuan berupa oksigen cair sebanyak 18 ribu liter tahap II dari swasta, merupakan bukti baiknya kolaborasi dan dukungan pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penanganan pandemi.
Sementara itu berdasarkan data terbaru yang disampaikan Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kalteng pada Sabtu (28/8), konfirmasi positif bertambah sebanyak 166 orang, yaitu di Palangka Raya 35 orang, Katingan 18 orang, Kotim 5 orang, Kobar 11 orang, Lamandau 5 orang, Sukamara 7 orang, Seruyan 5 orang, Pulpis 4 orang, Kapuas 16 orang, Gumas 14 orang, Barsel 5 orang, Bartim 11 orang dan Mura 30 orang.
Sembuh bertambah sebanyak 358 orang, yaitu di Palangka Raya 64 orang, Katingan 28 orang, Kotim 31 orang, Kobar 8 orang, Sukamara 6 orang, Seruyan 5 orang, Pulpis 2 orang, Kapuas 57 orang, Gumas 13 orang, Barsel 71 orang, Barut 60 orang dan Mura 13 orang.
Kemudian meninggal ada penambahan sebanyak 9 orang, yaitu di Palangka Raya 4 orang, Kobar 1 orang, Kapuas 1 orang dan Barsel 3 orang, sehingga tingkat kematian atau 'case fatality rate' (CFR) menjadi 3,4 persen.
Adapun angka ketersediaan oksigen hingga saat ini, terdiri dari liquid untuk 5,6 hari atau 135 jam dan total volume oksigen tabung mencapai 3,6 hari atau 85 jam, kata Penjabat Sekda Kalteng Nuryakin mewakili Gubernur Sugianto Sabran saat menerima CSR oksigen cair dari pihak swasta, Palangka Raya, Sabtu.
"Dari data tersebut terlihat terjadi perbaikan kondisi oksigen yang kemungkinan disebabkan suplai yang lancar, banyaknya bantuan dan upaya pemda bekerja sama dengan penyedia," jelasnya.
Selain itu menurunnya penggunaan oksigen juga sehubungan dengan keterisian tempat tidur atau 'bed occupancy ratio' (BOR) rumah sakit yang semakin membaik.
Untuk itu pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua yang tetap berjuang dan mengupayakan pengendalian pandemi COVID-19 di Kalteng. Seperti diketahui upaya mengatasi pandemi terus berlangsung dan telah berhasil melewati puncak penularan pada Juli 2021 dan mulai menurun pada Agustus 2021.
Adapun dalam kegiatan tersebut pihaknya juga menyampaikan, diterimanya bantuan berupa oksigen cair sebanyak 18 ribu liter tahap II dari swasta, merupakan bukti baiknya kolaborasi dan dukungan pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penanganan pandemi.
Sementara itu berdasarkan data terbaru yang disampaikan Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kalteng pada Sabtu (28/8), konfirmasi positif bertambah sebanyak 166 orang, yaitu di Palangka Raya 35 orang, Katingan 18 orang, Kotim 5 orang, Kobar 11 orang, Lamandau 5 orang, Sukamara 7 orang, Seruyan 5 orang, Pulpis 4 orang, Kapuas 16 orang, Gumas 14 orang, Barsel 5 orang, Bartim 11 orang dan Mura 30 orang.
Sembuh bertambah sebanyak 358 orang, yaitu di Palangka Raya 64 orang, Katingan 28 orang, Kotim 31 orang, Kobar 8 orang, Sukamara 6 orang, Seruyan 5 orang, Pulpis 2 orang, Kapuas 57 orang, Gumas 13 orang, Barsel 71 orang, Barut 60 orang dan Mura 13 orang.
Kemudian meninggal ada penambahan sebanyak 9 orang, yaitu di Palangka Raya 4 orang, Kobar 1 orang, Kapuas 1 orang dan Barsel 3 orang, sehingga tingkat kematian atau 'case fatality rate' (CFR) menjadi 3,4 persen.
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Editor : Admin 4
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina jamin pasokan elpiji 3 kg di Kalteng aman, distribusi harian 63.770 tabung
10 February 2025 13:10 WIB, 2025
Disdagperin Kalteng sidak dan ukur berat tabung gas elpiji tiga kilogram
30 May 2024 14:38 WIB, 2024
Ketersediaan elpiji 3 kg di Palangka Raya aman hingga Idul Fitri 1445 H
18 March 2024 14:17 WIB, 2024
Mulai 1 Januari 2024, LPG 3 kg hanya dapat dibeli pengguna terdaftar
20 December 2023 11:49 WIB, 2023
Pertamina laksanakan verifikasi untuk digitalisasi penyaluran elpiji di Kalteng
21 August 2023 13:24 WIB, 2023
Terpopuler - Prov. Kalimantan Tengah
Lihat Juga
Baznas dan BPJS Ketenagakerjaan hadirkan perlindungan pelaku usaha rentan di Kalteng
08 May 2026 20:30 WIB