Sampit (ANTARA) - Sehari menjelang Natal 2025, ratusan penumpang bertolak dari Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menuju Pulau Jawa, yakni ke Surabaya dan Semarang.

"Hari memang terjadi peningkatan dibanding keberangkatan sebelumnya. Ini sudah memasuki musim libur Natal dan nanti berlanjut libur Tahun Baru," kata Manajer PT Dharma Lautan Utama Cabang Sampit, Hendrik Sugiharto di Sampit, Rabu. 

Hari ini PT Dharma Lautan Utama memberangkatkan dua kapal dari Pelabuhan Sampit dengan waktu keberangkatan berbeda, yakni sore dan tengah malam. 

Kapal pertama yaitu KM Dharma Ferry VI dengan rute Sampit - Surabaya. Kapal yang diberangkatkan pukul 18.00 WIB ini mengangkut 378 penumpang, 23 unit sepeda motor, 5 unit kendaraan keluarga dan 29 unit kendaraan logistik.

Sementara itu kapal kedua adalah KM Dharma Rucitra VI dengan rute Sampit - Semarang. Kapal ini mengangkut 210 penumpang, 10 unit sepeda motor, 8 unit kendaraan keluarga dan 15 unit kendaraan logistik.

Hendrik mengakui, biasanya keberangkatan pada musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) memang mengalami peningkatan penumpang. Namun, jumlahnya tidak sebanyak peningkatan penumpang saat arus mudik Lebaran.

"Untuk Nataru, (lonjakan penumpang) biasanya tidak sampai melebihi kapasitas muatan kapal. Evaluasi tiga tahun terakhir, biasanya jumlahnya di bawah 400-an penumpang. Kecuali saat Lebaran, biasanya sampai harus minta dispensasi karena penumpang membeludak, untuk itu biasanya minta penambahan keberangkatan," demikian Hendrik Sugiharto. 

Baca juga: Fraksi Golkar Kotim: Raperda Penyerahan PSU penting untuk lindungi hak warga

Sementara itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit memprediksi jumlah penumpang kapal laut di Pelabuhan Sampit pada musim perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) ini naik 7 persen dibanding tahun lalu.

"Untuk itulah kami bersama pihak terkait mengantisipasi kenaikan ini dengan melakukan persiapan. Sebelumnya kami sudah empat kali menggelar rapat bersama stakeholder terkait," kata Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian.

Berdasarkan data, jumlah penumpang di Pelabuhan Sampit pada Nataru 2024 lalu tercatat 2.384 penumpang naik dan 2.725 penumpang turun. Untuk Nataru 2025 ini, jumlah penumpang naik diprediksi 2.567 penumpang, sedangkan penumpang turun sebanyak 2.934 penumpang.

"Berdasarkan data penumpang naik turun pada 2024 sebanyak 5.109 orang dan data prediksi tahun ini sebanyak 5.501 orang," timpal Hotman.

Penumpang musim Nataru tahun ini akan dilayani 11 keberangkatan kapal, terdiri 8 kali keberangkatan kapal milik KM Dharma Lautan Utama, sedangkan 3 keberangkatan sisanya akan dilayani kapal milik PT Pelni. Keberangkatan kapal terhitung mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 untuk tujuan Semarang dan Surabaya.

Kenaikan jumlah penumpang ini menandakan tren positif, sekaligus tantangan kapasitas. Hotman menyebut hingga saat ini, belum ada instruksi terkait dispensasi penambahan kapasitas penumpang sehingga pihaknya tetap tegas berpedoman pada kapasitas yang ada pada masing-masing kapal.

Ramp check atau pemeriksaan kelaikan kapal juga sudah dilakukan. Hasilnya, kapal yang digunakan dua operator tersebut dinyatakan laik laut dan diharapkan tidak ada masalah saat digunakan mengangkut penumpang musim libur Nataru.

Untuk memastikan penyelenggaraan angkutan Nataru berjalan lancar, telah dioperasikan Posko Terpadu Pelabuhan Sampit. Posko ini merupakan kolaborasi KSOP bersama instansi terkait seperti Pelindo, Polsek, operator kapal, petugas kesehatan dan lainnya hingga 5 Januari 2026 nanti.

"Semua sudah kami persiapkan bersama-sama. Kami yakin dengan kolaborasi dengan semua instansi, angkutan Nataru ini bisa kita laksanakan dengan baik dan humanis," demikian Hotman.

Baca juga: Bupati Kotim imbau tak gelar perayaan tahun baru berlebihan

Baca juga: ASN Kotim diizinkan bekerja dari mana saja pada akhir tahun

Baca juga: Pengamanan di Kotim ditingkatkan demi kelancaran ibadah dan perayaan Natal