Sampit (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, akhirnya memperbaiki Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di persimpangan Jalan Tjilik Riwut dan Jalan Tidar, sehingga kini telah berfungsi normal kembali.
“Alhamdulillah alatnya sudah datang, kami jemput di Palangka Raya. Malam tadi sampai Sampit,” kata Kepala Dishub Kotim Raihansyah di Sampit, Selasa.
Raihansyah menjelaskan kerusakan disebabkan oleh modul APILL yang sudah usang. Selain faktor usia teknis APILL tersebut sudah sejak 2011, tegangan listrik yang tidak stabil menjadi pemicu utama kerusakan komponen vital tersebut.
Menyadari urgensi fungsi lampu lalu lintas di jalur utama tersebut, Dishub Kotim segera memesan modul pengganti dari luar daerah. Demi mempercepat proses, petugas bahkan menjemput langsung alat tersebut ke Palangka Raya agar bisa segera dipasang di Sampit.
“Karena sifatnya urgen dan simpang itu padat kendaraan, makanya perlu segera dilakukan perbaikan. Demi kelancaran dan keselamatan lalu lintas, ” ujarnya.
Setelah modul tiba, tim teknis Dishub Kotim langsung bergerak melakukan instalasi. Kini, arus kendaraan di kawasan tersebut terpantau kembali tertib dan lancar tanpa ada lagi kendaraan yang nyaris bersenggolan seperti hari-hari sebelumnya.
Baca juga: Atraksi barongsai Cap Go Meh pukau warga lintas agama di Sampit
Selain di simpang Tidar, Dishub Kotim mencatat kerusakan serupa juga terjadi di persimpangan Jalan MT Haryono dan Jalan DI Panjaitan. Namun, perbaikan di titik tersebut memerlukan waktu lebih lama karena harus dilakukan penggantian secara menyeluruh.
“Kalau yang di MT Haryono dan DI Panjaitan itu perlu penggantian total, termasuk kabel yang tertanam bawah tanahnya,” tambah Raihansyah.
Pemerintah daerah berharap dengan kembali normalnya APILL di simpang Tidar, masyarakat dapat kembali berkendara dengan nyaman. Pengendara diimbau untuk tetap disiplin mematuhi rambu lalu lintas dan menjaga kewaspadaan demi keselamatan bersama di jalan raya.
Sebelumnya, kondisi arus lalu lintas di salah satu titik terpadat Kota Sampit ini sempat semrawut selama lima hari terakhir. Kendaraan dari berbagai arah saling berebut melintas lantaran lampu pemadam, yang memicu kekhawatiran warga akan tingginya risiko kecelakaan.
“Kalau tidak salah sudah lima hari ini lampu lalu lintasnya mati. Jadinya lalu lintas berantakan. Apalagi persimpangan ini kan padat kendaraan,” ucap Ade, seorang warga di Jalan Tidar.
Ade menambahkan, beberapa pengendara bahkan terlihat nyaris bersenggolan, karena tidak ada pengaturan yang jelas dari lampu lalu lintas. Menurutnya, jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini berpotensi memicu kecelakaan, terutama pada jam-jam sibuk.
“Karena ini hari Minggu, nggak terlalu rame kendaraan. Tapi Kalau hari kerja biasanya pagi sama sore hari padat kendaraannya. Jadi kalau lampu lalu lintasnya mati rawan sekali. Mudah-mudahan segera ditangani,” demikian Ade.
Baca juga: Lapas Sampit bekali keterampilan kerja untuk warga binaan memulai usaha
Baca juga: Tim Wasev tekankan pentingnya antisipasi dampak cuaca dalam pelaksanaan TMMD di Kotim
Baca juga: Evakuasi buaya tangkapan warga di Ujung Pandaran terhambat transisi kewenangan