BI Diminta Kembali Membuka Kantor Di Sampit

id BI Diminta Kembali Membuka Kantor Di Sampit, BI

BI Diminta Kembali Membuka Kantor Di Sampit

Bank Indonesia - BI (FOTO ANTARA News)Istimewa

Sampit, 6/9 (Antara) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah meminta Bank Indonesia kembali membuka kantor di Sampit setelah ditutup bebepara tahun belakangan.

"Kami masih menunggu realisasi BI untuk kembali membuka kantor cabangnya di Sampit. Pihak BI sudah ada melakukan survei tahun," kata Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kotawaringin Timur, Wim RK Benung di Sampit, Jumat.

Bank Indonesia pernah membuka kantor di Sampit ketika sektor perkayuan di Kotim mengalami masa kejayaan. Bahkan, kantor tersebut jauh lebih megah dibanding kantor Bank Indonesia yang saat ini ada di Kota Palangka Raya.

Seiring meredupnya sektor perkayuan antara tahun 1990-an sampai tahun 2000 hingga sekarang, perekonomian Kotim ikut lesu. Diperkirakan karena menurunnya perekonomian inilah yang membuat Bank Indonesia memutuskan menutup kantor mereka di Sampit.

Saat ini, kantor Bank Indonesia yang terletak di Jalan Achmad Yani, masih berdiri kokoh meski tidak lagi digunakan. Belakangan, ada wacana Bank Indonesia akan membuka kembali kantor tersebut seiring kembali menggeliatnya perekonomian Kotim.

Saat ini ekonomi Kotim terus tumbuh dengan berkembangnya berbagai sektor seperti perkebunan besar swasta kelapa sawit, pertambangan, kehutanan, jasa dan sektor lainnya. Bahkan, perputaran uang di Kotim disebut-sebut merupakan yang terbesar di Provinsi Kalteng.

Bank Indonesia diharapkan secepatnya merealisasikan janji untuk mengoperasionalkan kembali kantor BI yang sudah lama tutup. Operasional Bank Indonesia di Sampit dinilai sangat layak, mengingat Kotim saat ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kalteng.

Aset Bank Indonesia yang ada di Sampit, yakni, gedung Bank Indonesia yang terletak di pusat kota yang selama ini dinilai terbengkalai. Bank Indonesia diharapkan serius terkait rencana operasional kembali kantor tersebut sebagai salah satu penopang perekonomian di Kotim yang kian pesat.

Wim menegaskan, operasional Bank Indonesia di Sampit sangat layak mengingat Kotim memegang rekor perputaran uang tertinggi di Kalteng. Ada banyak dampak positif jika Bank Indonesia kembali operasional, diantaranya, akan memudahkan penyediaan dana di wilayah ini sehingga tidak perlu lagi menunggu dari BI di Palangka Raya terkait ketersediaan dana tersebut.

"Operasional Bank Indonesia juga akan berdampak positif bagi pembangunan ekonomi di wilayah ini, diantaranya, semakin menumbuhkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di wilayah ini. Dengan operasional Bank Indonesia, investor akan melihat dan percaya bahwa perekonomian di Kotim stabil," jelasnya.

Janji Bank Indonesia untuk mengoperasionalkan kantornya di Sampit disampaikan sejak beberapa tahun lalu, namun, hingga kini belum ada kejelasan kapan rencana dan janji tersebut direalisasikan. adahal, dari catatan Bank Indonesia sendiri, Kotim merupakan daerah dengan tingkat perputaran uang tertinggi di Kalteng.

(T.KR-NJI/B/M019/M019)