
Distanak Pastikan Asap Tak Pengaruhi Panen Padi

....Data yang kami kumpulkan juga menunjukkan hasil panen padi lebih berkualitas,"
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Dinas Pertanian dan Peternakan Kalimantan Tengah memastikan musim kemarau dan pekatnya kabut asap tidak memengaruhi hasil panen padi di provinsi itu.
Kepala Distanak Kalteng Tute Lelo di Palangka Raya, Selasa, mengatakan musim kemarau dan kabut asap mulai terjadi pada Agustus, sedangkan petani telah menanam padi mulai April.
"Jadi, di bulan Agustus bulir padi telah terisi sehingga hasil panen tidak ada memengaruhi. Data yang kami kumpulkan juga menunjukkan hasil panen padi lebih berkualitas," kata dia.
Hasil produksi padi pada Angka Ramalan (ARAM) II hingga awal Oktober 2014 mengalami peningkatan dibandingkan dengan Angka Tetap (ATAP) 2013, dari 812.652 ton menjadi 853.029 ton.
Tute mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil panen dari ladang dan sawah di "Bumi Pancasila" yang mencapai 246.085 hektare. Rata-rata satu hektare menghasilkan 3,846 ton.
"ATAP 2013 Kalteng mengalami surplus 170.733 ton, dan saat ini sudah mencapai surplus hampir 200 ribu ton atau tepatnya 189.170 ton. Jumlah ini bisa bertambah mengingat tahun 2014 belum berakhir," kata dia.
Ia menyatakan optimistis mencapai target produksi padi satu juta ton pada 2015.
Apalagi, katanya, adanya program perluasan lahan pertanian dari dana APBN dan program "Kalteng Besuh".
Distanak Kalteng pada 2015 membuka 1.000 hektare lahan pertanian melalui program "Kalteng Besuh" di beberapa daerah sentra produksi padi, seperti Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Katingan, dan Kotawaringin Timur.
Untuk perluasan lahan pertanian dari dana APBN, Tute menyatakan belum bisa memastikan karena hingga saat ini belum ada hasil final, mengingat usulan berasal dari masing-masing kabupaten dan kota di Kalteng.
"Kami hanya mengumpulkan masing-masing usulan kabupaten dan kota. Usulan yang sudah masuk rata-rata antara 200 sampai 500 hektare. Terluas itu di kabupaten Pulang Pisau mencapai 500 hektare dan terendah Gunung Mas," demikian Tute.
(T.KR-JWM/B/M029/M029)
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
