Pedalaman Kotim miliki potensi pariwisata menakjubkan

id huma betang,tumbang gagu,rumah betang

Rumah betang berusa 148 tahun adalah salah satu potensi wisata di Desa Tumbang Gagu Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. (Foto Jurnalis Warga)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Potensi pariwisata di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah tidak hanya di kawasan kota Sampit dan sekitarnya, tetapi juga hingga kawasan pedalaman yang memiliki potensi wisata menakjubkan.

"Potensi wisata di desa kami sangat bagus. Kalau benar-benar digarap, saya yakin akan mampu menarik banyak wisatawan, bahkan wisatawan asing," kata Kepala Desa Tumbang Gagu, Timbang di Sampit, Minggu.

Desa Tumbang Gagu berada di wilayah administrasi Kecamatan Antang Kalang. Desa ini terletak di kawasan Utara dan merupakan desa terujung atau paling hulu, berbatasan dengan kabupaten tetangga yaitu Katingan.

Salah satu objek yang sudah banyak dikenal adalah cagar budaya berupa huma betang yang merupakan rumah khas Suku Dayak. Betang di Desa Tumbang Gagu berusia sekitar 148 tahun.

Rumah betang Tumbang Gagu berbentuk persegi empat panjang berupa rumah panggung yang dibangun pada 1870 dengan lama pengerjaan tujuh tahun. Dulunya, betang Tumbang Gagu dihuni enam kepala keluarga, salah satunya adalah Singa Jaya Antang bin Lambang Dadu yang merupakan pemimpin pendiri betang tersebut.

Betang Tumbang Gagu dibangun di atas lahan ukuran panjang 130 meter, lebar 110 meter dan luas 14.300 meter persegi. Ukuran bangunan betang Tumbang Gagu yakni panjang 47,47 meter, lebar 15,50 meter dan luas sekitar 735,785 meter persegi.

"Ketika saya ke sana belum lama ini, saya lihat tiang ulin yang menyentuh tanah mulai mengecil karena keropos. Beberapa bagian lain juga perlu perbaikan. Kami berharap ini jadi perhatian. Kendalanya adalah larangan menggunakan kayu ulin, padahal betang itu terbuat dari ulin," kata Timbang.

Potensi lainnya adalah jalur sungai berupa riam-riam menantang yang bisa dijadikan wisata alam bagi pecinta olahraga arung jeram. Ada riam ganas Pandung Au setinggi dua meter dan riam Manggal yang siap menguji adrenalin wisatawan.

Ada pula kawasan yang dinamakan riam Meraku yang dulunya sempat dijadikan kawasan konservasi. Riam ini mirip sebuah bendungan yang bagian atasnya memiliki pemandangan indah dengan airnya yang jernih, bahkan pergerakan berbagai jenis ikan bisa terlihat jelas dari atas.

Kendala yang dihadapi saat ini adalah belum adanya akses jalan darat dari pusat kecamatan ke Desa Tumbang Gagu. Warga mengandalkan transportasi sungai dengan biaya sewa perahu kecil yang mahal.

Selama ini banyak wisatawan asing yang berkunjung ke betang Tumbang Gagu. Mereka menempuh jalan darat melalui kabupaten tetangga yaitu Katingan. Bahkan dulu pernah ada wisatawan yang datang menggunakan helikopter.

Timbang yakin, jika jalan darat sudah terhubung, desanya akan mengalami kemajuan pesat sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat. Pariwisata desa itu juga diyakini akan mampu berkontribusi besar terhadap pariwisata Kotawaringin Timur. 


Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar