Masyarakat Gumas diberikan edukasi kebakaran sejak dini

id Damkar,Kebakaran,Gumas,Gunung mas,Kalteng,Kalimantan tengah,Murid,Antisipasi dini,Edukasi

Suasana edukasi kebakaran yang dilakukan oleh Satpol PP dan Damkar Gumas kepada murid TK dan SD, Kuala Kurun, Jumat, (8/2/2019). (Foto Satpol PP dan Damkar Gumas)

Kuala Kurun (Antaranews Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah, memberikan edukasi terkait kebakaran pada masyarakat sejak dini, agar mereka mampu menghadapi situasi berbahaya dengan tenang.

Adapun yang menjadi sasaran kegiatan kali ini adalah murid taman kanak-kanak dan sekolah dasar, kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Gumas, Edwin Yustian melalui Kepala Bidang Damkar, Lentah Rumbah saat dihubungi dari Kuala Kurun, Sabtu.

“Kami memberikan edukasi kebakaran sejak dini, dengan harapan mereka mengetahui tindakan yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran di lingkungan sekitarnya,” katanya.

Selama kegiatan, para murid diberitahukan tentang tugas pokok dan fungsi dari petugas damkar, penanganan api, cara melihat arah angin saat memadamkan api, bahan-bahan yang mudah terbakar hingga pentingnya melihat arah evakuasi jika terjadi kebakaran.

Lentah menyebut, mereka juga dikenalkan dengan peralatan standar yang biasa digunakan untuk memadamkan api. Bahkan mereka diberi kesempatan mempraktekkan secara langsung, cara melakukan evakuasi jika terjadi kebakaran.

Melalui kegiatan ini, diharapkan murid dapat memahami tupoksi Satpol PP dan Damkar serta mencegah kebakaran dengan tidak bermain api. Mereka juga diharapkan menyebarkan pengetahuan yang diperoleh kepada orang lain.

“Saya juga berpesan kepada masyarakat agar secepatnya menghubungi personel kami jika melihat potensi api. Akan lebih baik jika masyarakat mengaktifkan kembali jaga malam, khususnya di tempat-tempat yang padat penduduk,” ucap Lentah.

Salah satu orang tua murid bernama Nia, menyambut baik adanya edukasi kebakaran ini. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat agar mereka berhati-hati terhadap api dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran.

Kegiatan tersebut diharapkan diperbanyak, sebab bermanfaat memberikan pengetahuan kepada murid sejak dini, bahkan bagi orang tua yang mendampingi anak-anaknya.

"Jadi anak-anak bisa melihat langsung hingga mempraktekkan sejumlah tindakan penanganan kebakaran, tidak hanya melalui televisi seperti yang sudah-sudah,” demikian Nia.

Pewarta :
Editor: Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar