Ciptakan generasi penghafal Al Quran di Barsel selama Ramadhan

id barito selatan,buntok,Karantina Tahfidzal quran,hafiz dan hafizah,muhafidz dan muhafidzah,al quran,kitab suci umat islam,muslim,bulan suci ramadhan,pw

Panitia serta muhafizh dan muhafizhah berfoto bersama dengan peserta yang mengikuti Program Karantina Tahfidz Al Quran. (Foto Antara Kalteng/Bayu Ilmiawan)

Buntok (ANTARA) - Sebanyak 51 orang peserta di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah mengikuti program Karantina Tahfidz (menghafal) Al Quran selama bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah.

Program Karantina Tahfidz Al Quran ini adalah perdana yang dilaksanakan di Barsel dengan tujuan untuk menciptakan generasi muda penghafal Quran, kata Ketua Panitia Ustad HM Sibawaihi di Buntok, Minggu.

"Kegiatan Ini kami laksanakan menyikapi animo masyarakat yang begitu tinggi, sehingga pada akhirnya berhasil digelar," katanya.

Kegiatan menghafal Al Quran tersebut akan dilaksanakan selama 20 hari saat Ramadhan. Adapun jumlah muhafidz dan muhafidzah yang menjadi mentor peserta yakni sebanyak enam orang, terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan.

Mentor-mentor tersebut berasal dari Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan dan sebagiannya lagi dari wilayah Barsel yang memang kemampuannya telah diakui sebagai seorang Tahfidz Al Quran.

"Kegiatan menghafal Al Quran itu akan dipusatkan di salah satu hotel di Buntok dan peserta akan dibagi menjadi delapan kelompok," jelasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat tidak perlu lagi keluar daerah, sebab di Barsel sudah ada tempat untuk menghafal Al Quran. Pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah menyumbangkan sebagian hartanya sehingga kegiatan tersebut bisa terlaksana.

Untuk itu ia meminta kepada orang tua atau wali peserta, memberikan dukungan penuh kepada anak-anaknya yang akan mengikuti program Karantina Tahfidz Al Quran tersebut.

"Kegiatan ini juga untuk mengisi masa libur sekolah selama Ramadhan dengan hal yang sangat positif dan selama kegiatan berlangsung, anak anak akan dipisah dari telepon pintar (smartphone)," paparnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Barsel Hamdan mengatakan, pihaknya sangat mendukung terlaksananya kegiatan tersebut, karena sangat positif dan menjadikan bulan Ramadhan lebih bermakna.

"Kami dari PWI Barsel berpartisipasi dalam mendukung terlaksananya kegiatan ini dan diharapkan akan lahir hafiz dan hafizah yang mampu mengharumkan nama daerah baik ditingkat provinsi bahkan nasional," tegasnya.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar