Kantor Berita ANTARA beri pelatihan jurnalistik kepada peserta SMN

id Sekolah Mengenal Nusantara,Kantor Berita ANTARA beri pelatihan jurnalistik

Ilustrasi - Kepala Bank Mandiri Gorontalo Imam Achmadi (kedua kiri) bersama GM PT PPI Hemly Jambo (kanan) berfoto bersama peserta ujian seleksi Siswa Mengenal Nusantara (SMN) di Kota Gorontalo, Minggu (23/6/2019). Sebanyak 24 peserta akan dipilih menjadi perwakilan SMN dari Provinsi Gorontalo ke Jawa Timur yang bertujuan untuk menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air sejak dini kepada siswa SMA/SMK dan Sekolah Luar Biasa (SLB). (ANTARAFOTO/Adiwinata Solihin)

Kupang (ANTARA) - Sebanyak 25 peserta Sekolah Mengenal Nusantara (SMN) 2019 dari Nusa Tenggara Timur mendapatkan pembekalan jurnalistik dari pewarta Kantor Berita ANTARA Kupang sebelum mereka diberangkatkan ke Jambi pada Kamis (15/8).

Pewarta ANTARA Biro NTT  Bernadus Tokan dalam pemaparannya kepada puluhan peserta tersebut di salah satu hotel di Kupang, Rabu, mengatakan bahwa hal utama dalam penulisan berita penulis harus memperhatikan ketentuan 5W dan 1H.

"Hal utama yang harus diperhatikan oleh seorang penulis berita adalah 5W plus 1H, seperti Who, Why, What, When, Where, dan How," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Bernadus juga sempat memberikan contoh tentang berita yang di dalamnya terdapat penjelasan terkait dengan 5W dan 1H.

Baca juga: Belajar ngevlog itu asyik, kata peserta SMN Kalteng

Puluhan peserta SMN berasal dari 22 kabupaten dan kota di Provinsi NTT itu juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan tentang cara penulisan berita yang baik dan benar.

"Saya kasih waktu 20 menit untuk adik-adik bisa praktikkan bagaimana cara penulisan berita yang baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar," tutur dia.

Seorang peserta SMN dari Kabupaten Kupang, Yuni Kerans, mengatakan materi jurnalistik yang diberikan pewarta Kantor Berita ANTARA, baik materi fotografi maupun tata cara penulisan berita, sebagai bekal yang berguna bagi dirinya, baik selama mengikuti program tersebut maupun setelah kegiatan itu.

"Pelajaran-pelajaran seperti ini tidak kami dapatkan di bangku sekolah, jadi hal ini sangat berguna bagi kami, karena kami dapat tambahan ilmu baru dalam kegiatan ini," ujar dia.

Dia mengaku mendapatkan banyak hal baru melalui pelatihan jurnalistik tersebut.

Ia juga mengaku bahwa hal yang paling sulit dalam menulis adalah memikirkan kalimat awal dalam suatu rencana tulisan.

Baca juga: Pemprov nilai SMN mampu kuatkan karakter nasionalis generasi muda di Kalteng

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar