Pemkot Palangka Raya diminta maksimalkan potensi perikanan

id dprd palangka raya,pemkot palangka raya,Pemkot Palangka Raya diminta maksimalkan potensi perikanan

Pemkot Palangka Raya diminta maksimalkan potensi perikanan

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, kalimantan Tengah, Sigit K Yunianto . (FOTO ANTARA/Rendhik Andika)

Palangka Raya (ANTARA) - Ketua sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Sigit K Yunianto meminta pemerintah kota memaksimalkan pengelolaan potensi perikanan budidaya di daerah itu.

"Jika pengelolaan potensi perikanan budidaya dapat dimaksimalkan maka kesejahteraan dan perekonomian masyarakat terutama pembudidaya ikan akan semakin meningkat," kata Sigit di Palangka Raya, Selasa.

Potensi pembudidayaan ikan di Kota Palangka Raya sangat besar karena tiga sungai dan seratus lebih danau tersebar di wilayah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah ini.

Cara budidaya ikan yang dilakukan oleh masyarakat di Kota Palangka Raya yakni menggunakan pola budidaya kolam, budidaya karamba dan dan budidaya karamba jaring apung (KJA).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini pun meminta Dinas Perikanan Kota Palangka Raya memaksimalkan potensi yang ada serta semakin inovatif dalam penerapan pembudidayaan ikan.

"Sehingga berbagai potensi yang ada dapat dimaksimalkan. Pemerintah kota juga harus mampu mendorong masyarakat Palangka Raya untuk menjadi pembudidaya apalagi sebagian pasokan ikan kita masih didatangkan dari luar padahal banyak danau yang belum dijadikan lokasi budidaya," katanya.

Menurut dia, secara umum potensi perikanan budidaya di wilayah "Kota Cantik" ini sangat besar karena Palangka Raya memiliki 103 danau dan rawa serta di lintasi tiga sungai besar.

Pihaknya pun berharap pemerintah daerah bisa lebih serius menangani sektor pembudidayaan perikanan. Peluang pengembangan masih terbuka lebar. Masih banyak sungai dan danau yang belum dimanfaatkan untuk lokasi budidaya.

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar