Palangka Raya (ANTARA) - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, membagikan masker gratis sebanyak 500 kepada masyarakat umum yang melintas di kawasan bundaran kecil.
Pembagian masker gratis itu bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat agar tidak mudah terserang berbagai penyakit, kata Ketua DPC GMNI Palangka Raya Passa di kota setempat, Senin.
"Sekarang ini kan kabut asap sudah semakin pekat, jadi masyarakat rawan terkena penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan asma. Itulah kenapa kami membagikan masker gratis," tambahnya.
Diambilnya lokasi pembagian masker di kawasan bundaran kecil, khususnya Jalan Imam Bonjol, RTA Milono, Diponegoro dan G Obos, bertujuan agar semua masyarakat yang menggunakan transportasi roda dua dan empat bisa menerima masker gratis yang mereka bagikan tersebut.
Dia mengatakan pihaknya tidak memerlukan waktu yang lama, masker yang disediakan organisasi GMNI Palangka Raya habis terbagikan kepada para pengguna jalan yang melintas di beberapa jalan yang sudah mereka fokuskan.
Baca juga: Sejumlah PBS diduga sengaja bakar lahan, kata Legislator Kalteng
"Pantauan kami masih banyak pengendara di jalan raya tidak menggunakan masker dengan kondisi udara yang kian memburuk karena bercampur asap. Maka dari itu kami membagikan masker untuk masyarakat dengan maksut melindungi kesehatan mereka dari asap tebal akibat karhutla," ungkap Passa.
Melihat kondisi usara sudah tidak sehat bagi masyarakat, generasi muda yang tergabung dalam organisasi tersebut akan melakukan hal serupa dalam waktu dekat. Agar masyarakat tidak menghirup secara langsung uadara bercampur asap beracun akibat karhutla.
Pihaknya juga berharap, pemerintah setempat bisa mencarikan solusi dalam penanganan permasalahan karhutla serta dampak dari asap yang kian tebal melanda daerah kita.
"Harapan kami pemerintah setempat segera mencarikan solusinya dalam permasalahan yang melanda daerah kita. Karena kalau tidak segera ditindak lanjuti permasalahan itu dengan serius, maka akan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat, roda perekonomian serta lain sebagainya yang ada di daerah kita," demikian Passa.
Baca juga: BMKG: Jarak pandang di Palangka Raya hanya 400 meter
Baca juga: DPRD minta pemerintah Palangka Raya segera tetapkan tanggap darurat karhutla