BKSDA gelar sayembara untuk bebaskan buaya liar dari lilitan ban

id buaya,BKSDA,Badan Konservasi Sumber Daya Alam ,BKSDA gelar sayembara untuk bebaskan buaya liar dari lilitan ban

BKSDA gelar sayembara untuk bebaskan buaya liar dari lilitan ban

Foto terbaru diambil pada 15 Januari 2020. Seekor buaya liar berkalung ban bekas berjemur di Sungai Palu, Sulawesi Tengah. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/pras.

Palu (ANTARA) - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar sayembara untuk membebaskan buaya liar yang biasa berkeliaran di aliran Sungai Palu hingga Teluk Palu dari ban bekas sepeda motor yang melilit lehernya.

"Sayembara ini dimaksudkan untuk mengeluarkan ban bekas yang terlilit di leher buaya," kata Kepala BKSDA Sulawesi Tengah Hasmuni Hasmar di Palu, Selasa.

"Jika ada masyarakat berhasil melepas ban bekas di leher buaya itu, kami akan berikan imbalan," kata Hasmar tanpa menyebut bentuk dan nilai imbalan yang akan diberikan.

Baca juga: Seorang kakek hilang diduga diterkam buaya

Ia menjelaskan, BKSDA menggelar sayembara tersebut karena tidak punya cukup personel untuk menemukan buaya liar yang terlilit ban di sepanjang aliran sungai.

 
Seekor buaya liar yang terjerat sampah ban bekas sepeda motor kembali muncul di permukaan sungai di Palu, Sulawesi Tengah, (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

Menurut dia, sebelumnya beberapa pemerhati satwa liar sudah berupaya menolong buaya yang lehernya terlilit ban bekas tersebut, termasuk Muhammad Panji alias Panji Petualang pada awal Januari 2018. Namun upaya-upaya tersebut belum membuahkan hasil.

"Kami juga beberapa waktu lalu bekerja sama dengan NGO asal Australia namun upaya mereka menyelamatkan buaya itu gagal," katanya, menambahkan organisasi itu sudah dua kali berupaya menolong si buaya yang terlilit ban bekas.

Sesuai instruksi Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola untuk membebaskan buaya itu dari lilitan ban bekas pada 2020, BKSDA menyelenggarakan sayembara.

"Banyak pekerjaan rumah yang harus di selesaikan BKSDA, salah satunya sampai hari ini buaya berkalung ban belum bisa tertangkap. Tahun ini harus bisa ditangkap supaya ban bekas yang terlilit di leher satwa itu bisa di lepas," kata Longki.

Baca juga: Mainan ular raksasa dan kasur menumpuk di pinggir jalan Rawa Buaya

Baca juga: Buaya Sungai Mentaya mengganas serang manusia dan ternak


Baca juga: Nelayan ditemukan tewas, diduga dimangsa buaya hingga tersisa bagian dada hingga kepala

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar