Masker tak seratus persen tangkal virus corona

id Virus corona, masker, pencegahan virus corona

Masker tak seratus persen tangkal virus corona

Warga beraktivitas memakai masker di Shinjuku, Tokyo, Jepang, Sabtu (15/2/2020).Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato, mengatakan seorang wanita berusia 80 tahun tewas diduga terjangkit virus Corona (Covid-19) dari 338 warga yang terinfeksi virus Corona, hingga kini 1.671 orang tewas di 29 negara. ANTARA FOTO/Rafiuddin Abdul Rahman/pd. (ANTARA FOTO/Rafiuddin Abdul Rahman)

Jakarta (ANTARA) - Masyarakat banyak yang merasa terlindungi dari virus infeksi pernafasan corona atau COVID-19 dengan menggunakan masker, namun kenyataannya penggunaan masker tersebut tidak seratus persen efektif terlindung dari virus.

"Sebenarnya, masker biasa yang tersedia di pasaran tidak seratus persen efektif untuk melindungi dari virus karena virus masih dapat masuk. Selain itu, pengguna harus tahu bagaimana cara mengenakan dan melepas masker dengan benar. Jika Anda mengenakan masker biasa, bagian luarnya masih dapat terpapar virus. Maka, untuk melepasnya, jangan sentuh maskernya, tetapi copotlah masker melalui talinya. Lalu jika sudah langsung buang dan jangan menyentuh lembaran maskernya," ujar Deputy Director Program for Overseas Program dari Peace Winds Japan (PWJ), Saito, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu.

Di Jepang sendiri, kata dia, pemerintah dan sejumlah lembaga nirlaba menerapkan beberapa cara untuk menanggulangi penyebaran virus corona. Misalnya dengan melakukan sistem karantina yang ketat di perbatasan, bandara, dan pelabuhan hingga sosialisasi penggunaan masker yang tepat.

Dengan kondisi penyebaran wabah yang cepat, Saito turut mengajak sebanyak-banyaknya kolaborasi antarbangsa.

"Ada banyak kasus di negara-negara lain termasuk negara-negara Asia, beberapa orang yang mengenakan masker diserang hanya karena mereka mengenakan masker. Kebencian semacam ini yang terjadi hanya karena wabah penyakit. Ini hal yang tidak perlu terjadi, tidak perlu ada benturan antarbangsa hanya karena ini. Yang kita butuhkan saat ini adalah kolaborasi kerja sama satu sama lain untuk menemukan solusi terbaik tidak hanya dalam lingkup nasional, tapi juga antarbangsa maupun komunitas dan masyarakat umum," jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Saito juga mengimbau kepada masyarakat Indonesia maupun negara lainnya agar tetap bersikap tenang dan bertindak berdasarkan pengetahuan dari para spesialis.

Masyarakat tetap dapat menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa. Hal ini karena, meskipun virus corona merupakan virus baru dengan sistem yang berubah, akan tetapi tidak beracun. Sehingga, tidak akan menyebabkan kematian secara langsung begitu saja. Namun, yang sangat perlu diperhatikan adalah para lansia yang mungkin sudah mengalami sakit sebelumnya.

“Bahkan masyarakat umum tidak diharuskan membeli masker, yang harus mereka lakukan hanya mencuci tangan dan menjaga kebersihan tangan serta jangan menyentuh area hidung atau wajah secara langsung ketika keluar rumah. Hal Ini lebih penting dari menggunakan masker. Walaupun ini adalah wabah yang luar biasa tetapi masyarakat harus bersikap tenang, karena jika kita panik maka semuanya akan menjadi lebih buruk," jelas dia.

Baca juga: Pemkab Magetan akan kirim 20 ribu masker untuk pekerja migran

Sebagai salah satu mitra strategis yang berkolaborasi bersama Peace Wind Japan, Amir Firdaus dari tim Global Philanthropy Network (GPN) - ACT turut menyambut baik sinergi yang akan dilakukan. Hal itu sebagai bentuk kerja sama antarbangsa dalam menemukan solusi terbaik dalam penanggulangan virus Corona.

Amir Firdaus juga menyatakan apresiasinya kepada PWJ sebagai mitra strategis untuk memberikan bantuan ke Chna atau negara terdampak lainnya.

“PWJ memberikan beberapa saran bermanfaat yang bisa kita kerjakan terkait penyebaran virus corona, seperti pengiriman bantuan ke negara-negara terdampak. Misalnya, alat-alat kesehatan serta edukasi masyarakat terkait kebersihan yang bisa kita laksanakan di dalam negeri. Sedangkan, untuk misi di Jepang, PWJ siap untuk memfasilitasi jika suatu hari ACT ingin membantu masyarakat di Cina seperti pembagian masker maupun alat-alat kesehatan lainnya," tambah Amir.

Sebelumnya, ACT telah mendistribusikan sebanyak 2000 masker ke warga Indonesia yang baru saja tiba dari Tiongkok di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng dan terus melakukan kampanye kesehatan.

Selain itu, ACT juga telah mengirimkan 1.610 kotak masker; 1.210 kotak ke Hong Kong, 300 kotak ke Taiwan, dan 100 kotak ke Singapura. ACT terus mengupayakan pencarian stok masker untuk Warga Negara Indonesia maupun masyarakat umum di Hong Kong, Macau, Singapura, dan Taiwan. Untuk dukungan pencegahan virus corona dan berikan bantuan terbaik sebagai langkah nyata melalui www.indonesiadermawan.id/AtasiVirusCorona. 

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar