PDP meninggal di RSUD Doris Sylvanus sempat berkunjung ke Gumas

id Gumas , pdp meninggal, gunung mas,Satu pasien PDP meninggal sempat berkunjung ke Gumas

PDP meninggal di RSUD Doris Sylvanus sempat berkunjung ke Gumas

Juru bicara Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 Kabupaten Gumas Maria Efianti (kedua kanan) dan lainnya saat memberi keterangan kepada awak media, di Kuala Kurun, Jumat (17/4/2020). (ANTARA/Chandra)

Kuala Kurun (ANTARA) - Satu pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus corona jenis baru atau COVID-19 meninggal dunia di RSUD Dorys Silvanus Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada Kamis (16/4).

Juru bicara Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 Kabupaten Gunung Mas Maria Efianti, di Kuala Kurun, Jumat, mengatakan bahwa PDP yang meninggal tersebut merupakan warga luar daerah yang kebetulan saat berkunjung ke Kabupaten Gumas dalam keadaan sakit.
 
“Dia berada di Kabupaten Gumas selama enam hari. Karena sakit, oleh puskesmas setempat dirujuk ke Dorys Silvanus dan statusnya ditetapkan PDP,” terang Maria Efianti.

Baca juga: TP PKK desa diminta terlibat dalam Relawan Desa Lawan COVID-19
 
Dia menyebut, PDP yang meninggal dunia tersebut merupakan seorang lanjut usia, dimana umurnya telah mencapai 78 tahun, dan memiliki penyakit penyerta yakni Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) menahun.
 
“Jadi memang sudah ada riwayat sesak nafas dari beberapa lama sebelumnya, sebelum yang bersangkutan sakit. Namanya PPOK menahun berarti beberapa waktu sebelumnya yang bersangkutan sudah menderita sakit,” bebernya.
 
Saat ini, tutur dia, Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 Kabupaten Gumas masih menunggu hasil tes, untuk mengetahui apakah PDP yang meninggal tersebut positif atau negatif COVID-19.

Baca juga: Dinas Pertanian Gumas distribusikan bantuan benih jagung hibrida
 
Dikatakan, Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 Kabupaten Gumas telah melakukan langkah-langkah sesuai protokol yang berlaku, dan melakukan persiapan-persiapan di lingkungan yang sempat dikunjungi oleh pasien.
 
“Tim tetap bergerak sesuai protokol yang berlaku, seperti melakukan pendataan terhadap kontak erat pasien, penyemprotan desinfektan ke tempat-tempat yang dikunjungi pasien, dan beberapa lainnya,” tuturnya.
 
Walau demikian, perempuan yang merupakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gumas ini berharap hasil tes yang keluar nantinya adalah negatif. Jika hasil tes positif, pihaknya siap menghadapi.
 
“Sampai 17 April 2020, tepatnya pukul 09.15 WIB, untuk orang dalam pemantauan berjumlah empat dan untuk PDP berjumlah dua orang. Khusus PDP, mereka dirawat di Dorys Silvanus,” demikian Maria.

Baca juga: PKK dan DWP Gumas salurkan bantuan ke Posko Gugus Tugas COVID-19

Baca juga: Perkiraan produksi padi Gumas pada masa tanam Oktober-Maret

Baca juga: Legislator Gumas harapkan Relawan Desa Lawan COVID 19 segera dibentuk