Ini jenis teh yang baik untuk ringankan gejala asma

id jenis teh,teh terbaik,ringankan asma,Ini jenis teh yang baik untuk ringankan gejala asma

Ini jenis teh yang baik untuk ringankan gejala asma

Ilustrasi teh (ANTARA/Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Minum teh dipercaya dapat menghilangkan stres, meningkatkan energi, meredakan migrain dan lainnya, bahkan teh juga dipercaya mampu meredakan gejala asma.

Penelitian menunjukkan bahwa ada ribuan herbal dan rempah-rempah yang digunakan dalam bentuk teh selama berabad-abad untuk mengatasi masalah pernapasan.

Jika Anda mengalami gejala asma ringan, beberapa jenis teh berikut ini dapat membantu untuk meredakannya, demikian dilansir Boldsky, Kamis.

Baca juga: Olahraga yang aman untuk penderita asma

Teh hitam

Teh hitam adalah minuman populer yang dikonsumsi di seluruh dunia. Teh ini berasal dari tanaman Camellia sinensis. Penelitian telah menunjukkan bahwa teh hitam mengandung kafein, yang dapat membantu melemaskan saluran udara dan meningkatkan fungsi paru-paru. Hal ini juga dapat meredakan gejala asma untuk sementara.

Baca juga: Mengendalikan asma di masa normal baru

Teh hijau

Teh hijau, salah satu minuman yang banyak dikonsumsi juga berasal dari tumbuhan Camellia sinensis. Teh hijau penuh dengan antioksidan dan senyawa tanaman bermanfaat.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa teh hijau mengandung epigallocatechin gallate (EGCG), sejenis senyawa tanaman yang dapat membantu menurunkan peradangan saluran napas pada tikus dengan asma bronkial. Selain itu, teh hijau mengandung kafein, yang dapat meningkatkan fungsi saluran udara hingga empat jam pada pasien asma, sehingga memberikan kelegaan sementara.

Baca juga: Penderita asma kulit tidak dianjurkan mandi air hangat

Teh Jahe

Jahe (Zingiber officinale) adalah bumbu terkenal yang dikemas dengan nutrisi dan senyawa bioaktif. Studi tabung reaksi menggunakan sel manusia telah menemukan bahwa gingerol dan shogaols, dua senyawa penting yang ada dalam jahe dapat membantu memerangi asma dengan menurunkan peradangan saluran udara.

Studi lain menunjukkan bahwa jahe secara efektif dapat mengurangi gejala asma pada pasien asma.

Teh kayu putih

Pohon kayu putih banyak digunakan untuk obat. Daun pohon eukaliptus digunakan untuk membuat teh kayu putih dan minyak esensial kayu putih.

Teh kayu putih mengandung antioksidan dan senyawa tanaman seperti kayu putih, juga dikenal sebagai cineole, yang telah terbukti membantu meredakan gejala asma. Studi lain juga menunjukkan bahwa aktivitas anti-inflamasi kayu putih dapat membantu mengelola gejala asma.

Baca juga: Kopi dan teh dari kotoran gajah jadi minuman langka dan mahal

Teh licorice

Teh licorice yang terbuat dari akar tanaman licorice (Glycyrrhiza glabra) digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit termasuk asma.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak glycyrrhizin dari akar licorice dapat membantu meringankan gejala asma, terutama bila dikombinasikan dengan pengobatan asma saat ini. Namun, studi penelitian manusia masih terbatas dan diperlukan penelitian lebih lanjut.

Teh mullein

Teh mullein adalah minuman aromatik yang telah digunakan selama berabad-abad untuk mengobati sejumlah kondisi termasuk asma. Teh mullein dibuat dari daun mullein (Verbascum thapsus), tumbuhan berbunga.

Baca juga: Teh tawar mampu turunkan kolestrol?

Studi penelitian pada hewan dan manusia menunjukkan bahwa teh mullein dapat membantu mengobati gejala asma dengan mengurangi peradangan, yang membantu mengendurkan otot-otot di saluran pernapasan. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan di bidang ini.3

Teh Rooibos

Teh rooibos adalah teh kaya rasa yang dikenal karena khasiat obatnya. Itu dibuat dengan menggunakan daun dari tanaman rooibos (Aspalathus linearis). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa teh rooibos dapat meredakan asma, alergi, dan masalah kesehatan lainnya.

Baca juga: Segudang khasiat dari teh putih

Baca juga: Pilihan teh yang cocok disandingkan dengan makanan sehari-hari

Baca juga: Benarkah manfaat gizi kopi dan teh sama?

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar