Pemkab Sukamara beri perhatian serius dalam menjaga hutan Mangrove

id Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah,Bupati Sukamara ,H Windu Subagio,hutan mangrove di sukamara,mangrove,hutan mangrove

Pemkab Sukamara beri perhatian serius dalam menjaga hutan Mangrove

Bupati Sukamara H Windu SUbagio melaukan penanaman perdana program Padat Karya Mangrove tahun 2020 di Kecamatan Lunci, Kabupaten Sukamara, Kalteng. ANTARA/HO

Sukamara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, telah membuat dan melaksanakan program Padat Karya Mangrove sebagai bentuk keseriusan menjaga sekaligus melestarikan Hutan Mangrove yang ada di wilayah setempat.

Langkah tersebut dilakukan karena Hutan Mangrove merupakan salah satu ekosistem esensial di dunia yang mendukung sektor perikanan dan mengurangi erosi pantai serta banjir, kata Bupati Sukamara H Windu Subagio pada saat penanaman perdana program Padat Karya Mangrove tahun 2020 di Kecamatan Lunci, belum lama ini.

"Keberadaan hutan Mangrove juga dapat menjaga kualitas air pesisir, konservasi keanekaragaman hayati, penyimpanan karbon dan menyediakan bahan-bahan alami penting, serta menjadi sumber mata pencaharian," tambahnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Sukamara itu pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan menghindari kerusakan ekosistem Hutan Mangrove. Sebab, kerusakan itu dapat menyebabkan deforestasi ekosistem pesisir, penurunan kualitas air dan polusi.

Windu mengatakan kerusakan hutan mangrove biasa terjadi karena adanya konversi lahan mangrove menjadi penggunaan lain, illegal logging, hama dan penyakit, pencemaran serta perluasan tambak.

"Fakta menunjukkan bahwa sekitar lima sampai enam persen hutan mangrove Indonesia hilang atau rusak setiap tahunnya. Kondisi ini harus bersama-sama kita cegah dan atasi," kata dia.

Mengenai program Padat Karya Mangrove yang dilaksanakan Pemkab Sukamara, berawal dari mengantisipasi terjadinya kerusakan, sekaligus meringankan dampak ekonomi yang ditimbulkan dari masa pandemi virus corona atau COVID-19 yang masih terjadi hingga saat ini.

Bupati Sukamara itu mengatakan program itu juga merujuk pada surat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada Menteri Keuangan no.S.5050/MENLHK/SETJEN/Ren.0/8/2020 tanggal 4 Agustus 2020 tentang program Nasional Penanaman Mangrove.

"Program ini juga gayung bersambut dengan program nasional lainnya yang secara kebetulan juga berada di Kabupaten Sukamara, yaitu kegiatan pengembangan kawasan klaster sentra usaha perikanan budidaya tambak udang vaname," kata Windu.

Kabupaten Sukamara mendapatkan alokasi sebesar kurang lebih 400 hektar, sebab itu sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL)- Kahayan Palangka Raya yang juga telah berkenan hadir langsung.

Baca juga: RSUD Sukamara siap tangani pasien COVID-19

"kami mengharapkan ini dapat mewujudkan misi Kabupaten Sukamara dalam mendorong kemandirian ekonomi yang berbasis sumberdaya alam lokal yang memperhatikan kualitas lingkungan hidup khususnya sektor perikanan," imbuhnya. 

Selain itu, keberhasilan kegiatan padat karya ini sangat tergantung dari kepedulian banyak pihak, maka dalam rangka penyelamatan ekosistem mangrove ini sangat diperlukan langkah - langkah konkrit, jelas dan implementatif.

Beberapa hal tersebut yakni mendorong promosi manfaat mangrove yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat baik hasil hutan bukan kayu maupun jasa lingkungan (environmental services) dan meningkatkan kesadaran, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya sehingga masyarakat merasa memiliki dan dapat mengambil manfaat ekonomi, lingkungan dan sosial.

Baca juga: Harga sembako di Sukamara relatif normal

Baca juga: Jalur masuk Sukamara kembali diperketat

Baca juga: Antisipasi peningkatan kasus di Sukamara, masyarakat diingatkan disiplin protokol kesehatan

Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar