Buntok (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) delapan kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) perwakilan provinsi setempat.
"Alhamdulillah, kita sangat bersyukur atas prestasi yang telah diraih dan ini atas dukungan semua pihak," katanya dalam keterangan yang diterima di Buntok, Jumat.
Oleh karena itu, Eddy Raya Samsuri mengucapkan terima kasih dan memberi apresiasi serta penghargaan yang setinggi-tingginya atas dukungan itu.
Ia mengatakan, sebagai kepala daerah, hal ini merupakan sesuatu yang sangat diperlukannya. Apalagi, menurut dia, ini tahun pertama dirinya bersama wakil bupati menjabat sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah Kabupaten Barito Selatan periode 2025-2030.
"Saya memerlukan masukan dan koreksi yang sangat berharga, melalui rekomendasi-rekomendasi yang telah dihasilkan dalam LHP tersebut," ucapnya.
Dikatakannya, rekomendasi inilah yang akan menjadi titik tolak bagi Barito Selatan untuk menjadi lebih baik ke depan, khususnya dalam pengelolaan anggaran ataupun keuangan daerah.
Dengan semakin baiknya pengelolaan keuangan daerah, lanjut dia, tentu akan ada harapan positif dan berbanding lurus, dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Barito Selatan.
Baca juga: Pemkab Kotim jadi acuan Bersel dalam upaya peningkatan PAD
Pada kesempatan itu, Eddy Raya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua DPRD Barito Selatan atas kerja sama yang sudah terjalin harmonis dan solid antara pemerintah kabupaten dan DPRD.
Dengan kerja sama yang solid dan harmonis itu, LHP atas LKPD Barito Selatan 2024 ini, bisa diterima dengan hasil yang baik, sesuai harapan bersama yaitu opini WTP.
"Semoga ini menjadi pemicu bagi kita bersama. Khususnya, dalam rangka sinergi yang lebih baik dan mantap lagi, pada penyusunan APBD selanjutnya, baik APBD Perubahan 2025 maupun APBD 2026 yang akan datang," tambah dia.
Menurut dia, pengelolaan keuangan daerah yang baik, tentunya berawal dari proses perencanaan dan penganggaran yang baik pula.
"Eksekutif dan legislatif, perlu berjalan beriringan dengan ritme yang sama, agar menghasilkan kebijakan-kebijakan publik yang pro pada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Barito Selatan," demikian Eddy Raya.
Baca juga: DPRD apresiasi Pemkab Barsel salurkan bantuan hewan kurban
Baca juga: Jelang Idul Adha, Pemkab Barsel salurkan 126 hewan kurban
Baca juga: Wabup Barsel: Bantuan pangan bagian intervensi pemerintah turunkan angka stunting
