Kasongan (ANTARA) - Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Katingan berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ajang Grand Final Apresiasi Duta Genre dan Ajang Kreativitas Genre Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Poltekkes Kemenkes Kalteng, Jumat.
Perwakilan dari Kabupaten Katingan berhasil masuk dalam lima besar terbaik. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan tersendiri, tetapi juga menunjukkan bahwa remaja Katingan aktif dan peduli terhadap isu-isu strategis, seperti pencegahan pernikahan dini, kesehatan reproduksi remaja, dan perencanaan masa depan yang produktif.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Katingan, Henni, melalui Sekretaris Dinas, Binsar, menyampaikan apresiasinya terhadap capaian tersebut. Dia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan.
“Masuknya Duta Genre Katingan ke dalam lima besar adalah hasil dari pembinaan yang tidak instan. Ini menunjukkan bahwa remaja Katingan siap menjadi agen perubahan di lingkungannya,” ucap Binsar.
Dia menambahkan, DP3AP2KB Katingan terus memberikan dukungan penuh agar program Genre menjangkau lebih luas hingga ke pelosok desa. Menurutnya, program ini bukan sekadar ajang tampil di atas panggung, melainkan sarana untuk menyuarakan masa depan dan kepentingan remaja.
Dalam ajang tersebut, para finalis diuji tidak hanya dari sisi pengetahuan dan penampilan, tetapi juga dari kemampuan berpikir kritis, penyampaian isu-isu strategis, serta penguasaan terhadap narasi pembangunan keluarga dan kependudukan.
“Genre bukan hanya soal tampil di atas panggung. Mereka adalah suara remaja tentang masa depan. Dan anak-anak Katingan telah membuktikan bahwa mereka punya kapasitas, keberanian, dan visi,” kata Binsar.
Lanjut dia bahwa Pemerintah Kabupaten Katingan berharap capaian ini menjadi motivasi bagi sekolah, kelompok remaja, dan organisasi kepemudaan lainnya untuk aktif dalam edukasi remaja, melalui pendekatan yang kreatif dan relevan.
"Pemerintah juga menekankan bahwa remaja bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek penting yang perlu dilibatkan dalam setiap prosesnya," pungkasnya.
