Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mewanti-wanti pengurus baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang akan terbentuk nantinya untuk lebih baik dalam pengelolaan anggaran agar efektif dan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik.
"Pemerintah daerah siap bersinergi tetapi saya ingatkan satu hal yaitu pastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan untuk olahraga benar-benar berdampak bagi bagi para atlet pelatih dan masyarakat yang terkait dengan olahraga di Kabupaten Kotawaringin Timur," kata Penjabat Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur, Masri di Sampit, Sabtu.
Penegasan itu merupakan salah satu poin disampaikan Masri yang hadir membacakan pidato Bupati Halikinnor saat membuka Musyawarah Olahraga Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kotawaringin Timur.
Kegiatan ini dihadiri pengurus 30 cabang olahraga yang memiliki hak suara saat pemilihan ketua KONI. Selain itu, juga hadir tiga calon ketua KONI Kotawaringin Timur yaitu Ahmad Sarwo Oboy, Gahara dan Alexius Esliter.
Musorkablub digelar untuk memilih ketua dan membentuk kepengurusan baru yang definitif. Saat ini KONI Kotawaringin Timur dijalankan oleh Caretaker KONI Kotawaringin Timur yang diketuai Heriansyah.
Kepengurusan KONI Kotawaringin Timur periode 2023-2027 harus berhenti sebelum berakhirnya masa bakti mereka. Ini merupakan imbas kasus hukum yang menerpa organisasi ini sehingga membuat ketua dan bendahara KONI setempat menjadi terpidana.
Pemerintah daerah mendorong KONI Kotawaringin Timur segera bangkit. Apalagi Kotawaringin Timur yang menyandang gelar juara umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah, harus segera melakukan persiapan menghadapi Porprov XIII pada September 2026 nanti.
Menurut Masri, prestasi tidak hanya dibentuk di gelanggang, tetapi juga dibangun lewat data teori dan inovasi. Pengembangan platform digital juga diperlukan untuk inovasi.
Pemetaan atlet dan kalender kejuaraan menjadi kebutuhan mendasar dalam pembinaan. Hal tidak kalah penting adalah perhatian terhadap infrastruktur dan keberpihakan anggaran.
Baca juga: KSOP Sampit berkomitmen tingkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan
Musorkablub ini diharapkan menjadi musyawarah yang dewasa, demokratis dan menjunjung tinggi etika organisasi. Perbedaan pilihan bukan masalah, tetapi jangan lupa bahwa semua berada di perahu yang sama yaitu Kabupaten Kotawaringin Timur.
"Siapapun yang terpilih nanti harus menjadi figur pemersatu. Bukan hanya pengelola, tetapi juga penggerak," demikian Masri.
Ketua Harian KONI Provinsi Kalimantan Tengah, Hasanuddin mengatakan, untuk meraih prestasi atlet harus melalui proses dan tahapan. Jika daerah harus serius dalam mengasah kemampuan atlet sehingga tidak sulit mengejar prestasi.
Dia menekankan pentingnya untuk duduk bersama, bermusyawarah dan mufakat untuk menyelesaikan masalah. Jika kepengurusan terpecah maka akan sulit untuk membawa kemajuan.
"Harapan kami KONI Kalteng dan harapan Pak Gubernur, KONI Kotawaringin Timur jangan lagi berpikir masa lalu, tetapi berpikir ke depan. Saya yakin atlet dan pengurus cabor siap bangkit kembali," demikian Hasanuddin.
Sementara itu Ketua Caretaker KONI Kotawaringin Timur, Heriansyah mengatakan, dari 10 orang yang mengambil formulir, ada tiga orang yang mampu memenuhi persyaratan sebagai calon ketua KONI Kotawaringin Timur.
"Tingginya animo menjadi calon ketua KONI ini menunjukkan bahwa banyak yang peduli dan siap membangun serta memajukan olahraga Kotawaringin Timur," ujarnya.
Dia berharap pemilihan ketua KONI Kotawaringin Timur berjalan cepat dan lancar sehingga kepengurusan baru segera terbentuk. Selanjutnya, persiapan harus segera dilakukan untuk mengetahui Porprov XIII pada September 2026.
"Sisa 15 bulan. Sangat sempit persiapan Porprov. Tugas ketua KONI tidak mudah karena mempertahankan gelar juara umum itu berat dibanding saat meraihnya. Tapi saya yakin, siapapun yang terpilih nanti sudah siap berjuang keras untuk mempertahankan juara umum," demikian Heriansyah.
Baca juga: BNK Kotim manfaatkan MPLS untuk edukasi terkait bahaya narkoba
Baca juga: Wabup Kotim ungkap tantangan dalam pemenuhan murid Sekolah Perintis
Baca juga: Tiga calon ketua KONI Kotim dinyatakan memenuhi syarat
