Logo Header Antaranews Kalteng

Kesbangpol Kotim tekankan pentingnya wawasan kebangsaan

Rabu, 13 Agustus 2025 16:01 WIB
Image Print
Bupati Kotim Halikinnor bersama pejabat FKPD dan OPD menghadiri acara Pelatihan dan Lomba Jurnalistik PWI Kotim, Rabu (13/8/2025). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menyebut pentingnya wawasan kebangsaan bagi setiap warga negara Indonesia demi menumbuhkan rasa cinta tanah air dan rasa bela negara.

“Tujuan dari wawasan kebangsaan ini untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, karena kalau kita sudah cinta dengan tanah air maka kita tidak akan rela sejengkal tanah pun dari Indonesia ini lepas,” kata Sekretaris Badan Kesbangpol Kotim Eddy Hidayat Setiadi di Sampit, Rabu.

Hal ini ia sampaikan saat menjadi narasumber acara Pelatihan dan Lomba Jurnalistik bagi OPD dan Wartawan Muda PWI Kotim di Aula Anggrek Tewu Lantai II Setda Kotim. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kotim, Ketua DPRD Kotim, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal.

Eddy menjelaskan, kondisi global saat ini tidak sedang baik-baik saja. Banyak ketidakpastian perang di mana-mana, contohnya Rusia dan Ukraina, Israel dan Palestina, Israel dan Iran, India dan Pakistan, hingga di tingkat regional lebih kecil antara Thailand dan Kamboja.

Masyarakat Indonesia juga perlu untuk menyikapi itu, sehingga apabila terjadi situasi genting seperti perang maka setiap warga Indonesia siap membantu dan membela negara, tidak hanya menyerahkan semuanya kepada tentara dan kepolisian.

“Oleh karena itu, perlu untuk menumbuhkan dan mempertebal rasa cinta tanah air, yang juga berdampak pada meningkatnya nasionalisme dan keinginan untuk membela negara, yang mana itu bisa kita dapatkan apabila kita memahami wawasan kebangsaan,” jelasnya.

Ia melanjutkan, memiliki wawasan kebangsaan bukan sekadar tahu lambang negara atau hafal lagu kebangsaan, tetapi lebih dari itu, yakni sikap dan komitmen untuk menjaga serta membangun bangsa dan tidak mudah terpengaruh terhadap ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Baca juga: Kotim tunggu arahan pusat untuk pelaksanaan Sekolah Rakyat

Wawasan kebangsaan adalah cara pandang terhadap bangsa Indonesia dan lingkungan, mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta wilayah, memahami identitas, sejarah, budaya dan nilai-nilai luhur bangsa, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya persatuan dalam keberagaman.

“Intinya, wawasan kebangsaan adalah cara kita memandang bangsa Indonesia ini. Kalau caranya benar, kita akan melihat suatu keindahan dan kehebatan dengan begitu akan tumbuh rasa cinta. Kalau ada rasa cinta kita akan siap untuk membela negara,” tuturnya.

Ia juga menyinggung terkait pola pikir sebagian warga Indonesia yang sering merasa inferior atau rendah diri terhadap orang barat. Padahal, Indonesia mempunyai banyak keunggulan yang patut dibanggakan bahkan membuat iri bangsa-bangsa lainnya.

Indonesia adalah bangsa yang besar. Indonesia berada di urutan keempat dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Indonesia adalah negara kepulauan nomor satu. Kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menempati peringkat 13 dunia dan peringkat 1 Asia Tenggara.

Indonesia memiliki beragam suku, bahasa dan budaya yang tidak dimiliki negara-negara lain, contohnya Malaysia sebagai negara tetangga hanya memiliki tiga suku. Belum lagi kekayaan alam yang melimpah, sehingga warga Indonesia harus bangga.

“Jadi kita harus bangga menjadi warga Indonesia, jangan merasa inferior dibanding orang barat. Kita harus mengubah pola pikir kita, karena kita juga bangsa yang besar, hebat dan kuat,” tegasnya.

Eddy menambahkan, dengan memahami dan menjadikan wawasan kebangsaan sebagai pedoman maka dapat menghindarkan seseorang dari tindakan tidak terpuji dan merugikan negara seperti korupsi dan tidak disiplin.

“Wujud nyata dari cinta tanah air adalah mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Korupsi sebagai tindakan yang jelas merugikan negara tentu menjadi hal yang harus dihindari,” tandasnya.

Baca juga: BUMD Habaring Hurung segera luncurkan air minum kemasan "Danum Sampit"

Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor menyambut baik kegiatan yang Pelatihan dan Lomba Jurnalistik digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotim yang diharapkan dapat menambah wawasan dan kemampuan peserta, khususnya ASN dalam penulisan berita rilis sesuai kaidah jurnalistik.

“Untuk itu saya berterima kasih sekali pada PWI Kotim, karena selama ini masih banyak kesalahpahaman dalam penulisan berita. Karena OPD dan media itu sebenarnya saling membutuhkan, OPD tidak mungkin bisa menyiarkan semua program kegiatan, sehingga perlu dibantu media,” ucapnya.

Orang nomor satu di Bumi Habaring Hurung itu juga mengapresiasi tema Bersama Pers, Merawat Kedaulatan dan Menggerakkan Kemajuan yang diangkat dalam acara ini dengan materi wawasan kebangsaan yang disampaikan.

Ia menilai sosialisasi mengenai wawasan kebangsaan memang sangat diperlukan, terutama bagi generasi muda, di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, sehingga tidak mudah terpengaruh akan hal-hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

“Untuk itu, perlu untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang wawasan kebangsaan agar tidak kehilangan identitas dan tetap mampu menjaga keutuhan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ucap Halikinnor.

Ketua PWI Kotim Siti Fauziah berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi setiap peserta yang hadir. Ia juga mengucapkan terimakasih atas antusias dari peserta yang mencapai ratusan orang.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita semua dan semoga kedepannya kami bisa menggelar kegiatan yang lebih baik lagi,” demikian Fauziah.

Baca juga: Bupati Kotim rencanakan kaji tiru ke Singkawang untuk pengembangan bandara

Baca juga: Kajari Kotim: Kami tidak mencari kesalahan

Baca juga: Bupati Kotim sambut hangat rencana pembangunan rumah sakit swasta



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026