Muara Teweh (ANTARA) - BPJS Kesehatan Cabang Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menekankan kepatuhan badan usaha melaksanakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan investasi jangka panjang demi keberlanjutan usaha dan kesejahteraan pekerja
"Kepatuhan ini bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral dan sosial terhadap para pekerja," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Muara Teweh, Achmad Zainuddin pada Gathering Badan Usaha Patuh dalam Program JKN Tahun 2025 di Muara Teweh, Senin.
Menurut dia, BPJS Kesehatan terus melakukan transformasi digital layanan, salah satunya melalui aplikasi Elektronik Data Badan Usaha (EDABU), yang memudahkan proses administrasi, mutasi kepesertaan, hingga pemantauan status peserta secara daring.
BPJS Kesehatan memberikan penghargaan kepada beberapa badan usaha yang dinilai patuh dan konsisten dalam melaksanakan kewajiban JKN, baik dalam hal pendaftaran seluruh pekerja dan keluarga, pembayaran iuran yang berkesinambungan, maupun pemanfaatan aplikasi EDABU secara optimal.
"Kami sangat mengapresiasi badan usaha yang telah menunjukkan komitmen luar biasa terhadap kepatuhan JKN. Semoga menjadi inspirasi bagi badan usaha lainnya untuk terus bersinergi demi keberlanjutan program JKN," kata Zainudin.
Dia mengatakan, program JKN telah menjadi pilar utama sistem perlindungan sosial di Indonesia selama lebih dari satu dekade.
Hingga kini, lebih dari 270 juta penduduk Indonesia telah terlindungi dalam program JKN, termasuk 67.851 jiwa dari 756 badan usaha yang terdaftar di wilayah kerja Kantor Cabang Muara Teweh.
"Kepatuhan badan usaha dalam melaksanakan program JKN bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral dan sosial. Kepatuhan ini merupakan investasi jangka panjang demi keberlanjutan usaha dan kesejahteraan pekerja," katanya.
Zainudin mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan dunia usaha, untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan sistem JKN yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan pekerja Indonesia.
"Mari kita terus memperkuat kemitraan antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, dan badan usaha, demi Indonesia yang lebih sehat dan produktif," ujarnya.
Gathering ini diakhiri dengan penyerahan Badan Usaha Award sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan yang berkomitmen terhadap kepatuhan dan keberlanjutan program JKN di wilayah Barito Utara dan sekitarnya selain itu dihadiri perwakilan dari beberapa kabupaten di wilayah DAS Barito, termasuk Barito Timur, Barito Selatan dan Murung Raya.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya Gathering Badan Usaha Tahun 2025 yang digelar BPJS Kesehatan Cabang Muara Teweh.
Kegiatan ini sangat penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan dunia usaha dalam mendukung pelaksanaan program JKN.
"JKN bukan hanya sekadar jaminan kesehatan, tetapi juga merupakan instrumen perlindungan sosial yang memungkinkan pekerja bekerja dengan tenang, produktif, dan sejahtera," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara M Mastur.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif badan usaha dalam memastikan seluruh pekerjanya terdaftar dan terlindungi dalam program JKN. Menurutnya, jaminan kesehatan adalah bentuk investasi jangka panjang yang akan berdampak pada peningkatan produktivitas perusahaan serta kesejahteraan tenaga kerja.
Mastur mengajak semua pihak untuk terus bersinergi dalam mendukung pengembangan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan dan pemagangan agar tercipta SDM unggul dan berdaya saing.
"Melalui acara ini, mari kita bangun komunikasi yang harmonis, penuh keakraban, serta saling berbagi informasi, agar apa yang menjadi tujuan dan harapan kita bersama dapat tercapai dengan baik," ujar Mastur.
