Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Arif M Norkim mengatakan, SMPN 1 setempat meminta adanya bangunan baru dan pustakawan untuk menunjang proses belajar mengajar.
“Dari hasil kunjungan kami, pihak sekolah menyampaikan aspirasi agar pemerintah bisa membangun gedung baru yang lebih representatif. Fasilitas ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pengembangan pendidikan menengah pertama yang lebih modern,” katanya di Palangka Raya, Rabu.
Ia menjelaskan, kunjungan Komisi III ke SMPN 1 Palangka Raya dilakukan dalam rangka melaksanakan tugas pengawasan sekaligus menggali informasi terkait kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.
Menurut Arif, aspirasi terkait pembangunan gedung baru menjadi perhatian utama karena kondisi sarana yang ada saat ini belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan kegiatan belajar yang terus berkembang di era digitalisasi.
“Sekolah membutuhkan ruang tambahan agar kegiatan belajar lebih nyaman dan efektif. Selain itu, tantangan zaman semakin kompleks sehingga fasilitas pendidikan juga harus terus menyesuaikan,” ucapnya.
Arif juga menilai, pembangunan gedung baru nantinya akan memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Baca juga: Polda Kalteng gelar donor darah serentak peringati HUT ke-74 Humas Polri
Selain masalah gedung, Komisi III juga menyoroti kondisi perpustakaan sekolah di SMPN 1 Palangka Raya yang saat ini telah meraih akreditasi A.
Namun hingga kini, perpustakaan tersebut belum memiliki tenaga pustakawan khusus yang bertugas mengelolanya.
“Perpustakaan di sana sudah berstatus akreditasi A, tapi belum ada tenaga pustakawan yang secara khusus mengurus dan mengembangkan layanan perpustakaan,” ujarnya.
Arif menilai, keberadaan pustakawan sangat penting untuk meningkatkan minat baca siswa serta memastikan pengelolaan koleksi buku berjalan maksimal. Tanpa pustakawan, fungsi perpustakaan tidak akan optimal meski fasilitasnya sudah baik.
Untuk itu ia mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya melalui dinas terkait agar memperhatikan kebutuhan tenaga pustakawan di setiap sekolah menengah pertama, baik negeri maupun swasta.
“Pemerintah perlu segera mengangkat atau menempatkan tenaga pustakawan di setiap SMP agar kegiatan literasi di sekolah bisa berjalan lebih baik dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan,” demikian Arif.
Baca juga: 79 siswa SMAN 2 Kasongan lakukan Campus Tour ke UMPR
Baca juga: UMPR monitoring dan evaluasi internal program penelitian DPPM 2025
Baca juga: DPRD Palangka Raya minta ASN bijak tanggapi Perpres 79 Tahun 2025
