Logo Header Antaranews Kalteng

Kotim kebagian perluasan program listrik di 14 desa

Rabu, 1 April 2026 07:17 WIB
Image Print
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kotim Rody Kamislam. ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengungkapkan kabar gembira bahwa sebanyak 14 desa akan segera teraliri listrik melalui perluasan program Listrik Desa (Lisdes) pada 2026.

“Awalnya kita hanya mendapat satu desa untuk program listrik pada 2026, yaitu di wilayah Tumbang Koling. Namun hingga Maret atau April ini kita mendapat tambahan sehingga totalnya menjadi 14 desa,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotim, Rody Kamislam di Sampit, Selasa.

Ia menjelaskan, pada awalnya Kotim hanya mendapat bantuan program Lisdes dari PT PLN Persero untuk satu desa saja, yakni Desa Tumbang Koling, Kecamatan Cempaga Hulu. Namun, kemudian jumlah tersebut bertambah sehingga total ada 14 desa.

Rody menyebut, tambahan itu merupakan hasil koordinasi pemerintah daerah dengan pihak terkait sehingga lebih banyak desa dapat masuk dalam program Lisdes 2026. Hal ini pun menjadi angin segar bagi pemerataan infrastruktur energi di wilayah pelosok yang selama ini belum teraliri listrik secara maksimal.

“Alhamdulillah penambahan itu sudah disetujui dan mudah-mudahan kalau tidak Maret atau April ini sudah dilaksanakan,” ujarnya.

Saat ini, pemerintah daerah tengah mematangkan segala aspek teknis dan administrasi. Rody menyampaikan, kecepatan pelaksanaan program sangat bergantung pada kesiapan dokumen di tingkat desa agar pembangunan jaringan bisa dimulai tanpa kendala legalitas.

Pihak Pemkab Kotim juga telah memanggil para kepala desa yang masuk dalam daftar penerima manfaat untuk berdiskusi langsung dengan Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Palangka Raya mengenai persyaratan yang wajib dipenuhi.

“Semua desa yang masuk dalam program ini sudah kita panggil untuk berdiskusi bersama UP2K Palangka Raya terkait persyaratan administrasi yang harus dipenuhi,” ungkapnya.

Baca juga: Gabungan organisasi disabilitas sambangi DPRD Kotim perjuangkan perda

Rody menambahkan, tantangan di lapangan diprediksi muncul pada jalur distribusi kabel yang kemungkinan melintasi area produktif. Mengingat letak geografis desa-desa tersebut, jalur transmisi listrik berpotensi membelah lahan milik perusahaan perkebunan kelapa sawit di sekitar lokasi.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjadi mediator jika diperlukan penebangan pohon sawit guna membuka jalur kabel. Koordinasi yang harmonis antara desa, kecamatan, dan pihak perusahaan menjadi kunci utama agar pengerjaan fisik tidak terhambat konflik lahan.

“Jika jalur jaringan listrik melewati wilayah perusahaan, tentu perlu koordinasi karena ada kemungkinan beberapa pohon sawit harus ditebang untuk membuka jalur jaringan,” lanjutnya.

Daftar 14 desa di Kotim yang mendapat program Lisdes tahun ini meliputi

Adapun 14 desa yang dipastikan masuk dalam peta pembangunan listrik 2026 meliputi: Desa Tumbang Batu, Desa Tumbang Getas, Desa Tumbang Torung, Desa Tumbang Tawan, Desa Tumbang Saluang, Desa Tewai Hara, Desa Tumbang Sapia, Desa Lunuk Bagantung, Desa Tumbang Payang, Desa Tumbang Kania, Desa Tumbang Koling, Desa Selucing, Desa Pantap, dan Desa Kapuk.

Rody berharap pembangunan jaringan listrik dapat segera dilaksanakan setelah seluruh persyaratan terpenuhi sehingga masyarakat di desa-desa tersebut dapat segera menikmati akses listrik.

“Semoga ini berjalan lancar dan segera dinikmati oleh masyarakat guna menunjang produktivitas ekonomi dan kualitas hidup penduduk di wilayah pelosok Kotim,” demikian Rody Kamislam.

Baca juga: Didera isu penyalahgunaan kendaraan dinas, Pemdes Pundu beri penjelasan

Baca juga: Pemkab Kotim: Kenaikan BBM berpotensi berdampak pada harga bapok

Baca juga: DPRD Kotim komitmen pertahankan PPPK di tengah penyesuaian belanja pegawai



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026