Palangka Raya (ANTARA) - Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Sirajul Rahman mendesak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) segera menangani kerusakan jalan di wilayah Barito yang dinilai kian membahayakan pengguna.

“Jalan di wilayah Barito banyak yang sempit dan rusak. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga keselamatan,” katanya, Senin.

Ia mengatakan, sejumlah ruas jalan penghubung antarkabupaten di kawasan tersebut mengalami kerusakan cukup parah.

Mayoritas ruas jalan tersebut berstatus jalan nasional, sehingga menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui BPJN.

Salah satu ruas yang disorot yakni jalan penghubung Muara Teweh menuju Puruk Cahu yang kondisinya dinilai sangat memprihatinkan.

“Dari Muara Teweh di kilometer 52 hingga Puruk Cahu, kerusakannya sangat mengkhawatirkan,” ucapnya.

Baca juga: Tim Ardina Legend wakili Orado Kotim berlaga di Kejurprov Kalteng

Sirajul menambahkan, kondisi jalan yang rusak diperparah dengan keberadaan jurang di sisi kiri dan kanan jalan yang meningkatkan risiko kecelakaan.

Selain itu, terdapat jembatan di kawasan Bitan yang dilaporkan mulai rusak dan kerap tergenang air.

“Jembatan di kawasan Bitan juga sudah mulai rusak dan sering tergenang, ini tentu sangat berbahaya,” ujarnya.

Menurutnya, jika tidak segera ditangani, kerusakan infrastruktur tersebut dapat menghambat arus transportasi.

Dampaknya juga akan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama terhadap aktivitas ekonomi di wilayah Barito.

“Perbaikan harus segera dilakukan karena ini menyangkut kepentingan banyak orang dan jangan sampai menimbulkan dampak lebih besar,” demikian Sirajul.

Baca juga: Bank Kalteng catatkan kinerja gemilang sepanjang 2025, siap gelar RUPS

Baca juga: Kodim Muara Teweh siap bangun Jembatan Gantung Garuda di Desa Liang Buah

Baca juga: Kapolda Kalteng tinjau pengamanan Paskah di Palangka Raya, pastikan ibadah aman