Sampit (ANTARA) - Tren foto menggunakan cermin cembung atau convex mirror selfie yang ramai di media sosial dimanfaatkan seorang pemuda di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah untuk menjalankan usaha kreatif dengan menawarkan jasa foto unik di berbagai titik keramaian masyarakat.
“Terinspirasi dari media sosial. Saya mencoba hal-hal yang viral dan belum ada di Sampit,” kata Jakaria di Sampit, Rabu.
Ia mengaku, mulai menawarkan jasa convex mirror selfie sejak sekitar empat hari terakhir dengan menyasar lokasi ramai seperti Taman Kota Sampit saat Car Free Day, kawasan wisata Terowongan Nur Mentaya pada sore hingga malam hari, hingga berbagai lokasi kegiatan masyarakat lainnya.
Ia menawarkan jasa foto menggunakan convex mirror dengan tarif Rp5 ribu per sesi. Dalam satu sesi yang berdurasi tiga menit, pengunjung dapat berfoto sepuasnya menggunakan kamera atau smartphone pribadi.
“Bahkan kalau kondisi sepi, pengunjung boleh berfoto sepuasnya tanpa dibatasi waktu,” imbuhnya.
Konsep tersebut menarik perhatian masyarakat, khususnya kalangan muda yang ingin mengikuti tren konten kreatif di media sosial tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Bentuk cermin cembung menghasilkan efek foto unik dan estetik sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan unggahan media sosial.
Menurut Jakaria, respons masyarakat sejauh ini cukup baik dan antusiasme pengunjung terbilang ramai, terutama saat berada di lokasi yang banyak didatangi warga pada akhir pekan maupun malam hari.
“Alhamdulillah respons masyarakat cukup positif, cukup ramai yang menggunakan jasa ini,” ujarnya.
Baca juga: Disdik Kotim perkuat komitmen SPMB transparan dan akuntabel
Jakaria juga mengungkapkan, usaha itu saat ini masih menjadi pekerjaan sampingan karena dirinya tetap memprioritaskan pekerjaan utama di sebuah pusat perbelanjaan di Sampit.
Sistem kerja bergilir atau shift di pusat perbelanjaan memberinya kesempatan untuk menjalankan usaha tersebut di luar jam kerja.
Ia juga membeberkan, modal awal usaha tersebut tidak terlalu besar, yakni sekitar Rp400 ribu lebih. Dana itu digunakan untuk membeli cermin cembung secara daring dengan harga sekitar Rp200 ribu, sementara kebutuhan lain seperti pilox, cetak stiker, dan tiang penyangga dibeli di Sampit.
Fenomena ini memperlihatkan perkembangan media sosial tidak selalu berdampak negatif apabila dimanfaatkan secara bijak dan produktif.
Tren yang muncul di platform digital dapat menjadi peluang usaha kreatif bagi generasi muda, selama digunakan untuk kegiatan positif dan tidak sekadar mengejar sensasi semata.
Baca juga: DPRD Kotim dukung komitmen pemda sukseskan wajib belajar 13 tahun
Baca juga: Kotim dapat 66 Starlink dari provinsi untuk perluas jangkauan internet
Baca juga: Waket DPRD Kotim: Persoalan SK palsu tak boleh dianggap sepele
Pemuda di Sampit manfaatkan peluang usaha dari tren 'convex mirror selfie'
Rabu, 13 Mei 2026 6:47 WIB
Jakaria (berkacamata hitam) menyaksikan pelanggan yang menggunakan jasa convex mirror selfie miliknya, Minggu (10/5/2026). (ANTARA/Devita Maulina)
Pewarta : Devita Maulina
Editor : Muhammad Arif Hidayat
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Baznas dan BPJS Ketenagakerjaan hadirkan perlindungan pelaku usaha rentan di Kalteng
08 May 2026 20:30 WIB
Pemkab Kotim edukasi penyedia usaha lokal cara bertransaksi daring di Mbizmarket
25 April 2026 19:48 WIB
Pemprov Kalteng siapkan skema kredit UMKM Haguet sasar pelaku usaha sektor prioritas
10 April 2026 16:57 WIB
Terpopuler - Kotawaringin Timur
Lihat Juga
Dinas SDABMBKPRKP Kotim kerahkan tiga ekskavator bersihkan drainase antisipasi banjir
11 May 2026 12:17 WIB