Gawat! DBD terus 'serang' Kabupaten Pulang Pisau

id DBD serang Pulang Pisau,Pulpis,DBD terus serang Kabupaten Pulang Pisau,DPRD Pulpis

Ilustrasi - Permintaan fogging hingga kini masih terus menjadi keinginan warga Kabupaten Pulang Pisau, karena daerah tersebut sudah banyak warga yang positif terjangkit demam berdarah. (Foto Antara Kalteng/ Adi Waskito)

Pulang Pisau (Antaranews Kalteng) - Anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah H Agus, mengatakan bahwa Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menjangkit di desa-desa Kecamatan Kahayan Kuala. 

Pihaknya berharap pemerintah setempat melalui Dinas Kesehatan bisa segera mengambil langkah dan upaya, agar bagaimana korban akibat gigitan nyamuk demam berdarah ini tidak semakin bertambah.

"Banyak masyarakat di desa-desa  Kecamatan Kahayan Kuala yang terjangkit demam berdarah. Ini menjadi kekhawatiran bagi masyarakat setempat," kata Agus, Senin (3/12/18)

Dia menambahkan, kekhawatiran masyarakat dengan banyaknya penderita ini salah satunya belum dilakukan fogging oleh Dinas Kesehatan, padahal sudah banyak warga yang positif terjangkit demam berdarah. Salah satunya adalah Desa Bahaur Tengah yang paling banyak warga yang terjangkit.

Paling tidak, terang Agus, dengan dilakukannya fogging maupun sosialisasi dari dinas terkait secara langsung, masyarakat bisa mengetahui bagaimana cara mencegah penyebarluasan nyamuk yang efektif.

Baca juga: Waspada! Pulang Pisau mulai diserang DBD

Menurutnya tahun ini penderita demam berdarah mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya.

Keterbatasan peralatan yang dimiliki Puskesmas setempat juga masih belum bisa menjamin untuk bisa memberikan pelayanan yang maksimal. Bahkan, penderita demam berdarah terpaksa harus dirujuk ke RSUD Pulang Pisau untuk mendapatkan pelayanan dan peralatan yang lebih lengkap.

Permintaan masyarakat adalah hanya meminta Dinas Kesehatan bisa segera turun melakukan fogging massal sebagai upaya pengendalian, agar demam berdarah ini tidak terus meluas hingga merenggut nyawa seseorang.

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar