Peserta didik kesetaraan paket diminta mengikuti proses belajar

id pendidikan kesetaraan paket,dinas pendidikan barito utara,skb muara teweh

Peserta didik kesetaraan paket diminta mengikuti proses belajar

Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara H Masdulhaq melakukan monitoring ke SKB Muara Teweh, Kamis. (Foto Dinas Pendidikan Barito Utara)

Muara Teweh (Antaranews Kalteng)- Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Kalteng H Masdulhaq meminta para peserta didik kesetaraan paket A, paket B dan paket C  untuk mengikuti proses belajar dengan serius.
    
"Minimnya kehadiran peserta didik kesetaraan ini saya memberikan peringatan kepada Kepala Satuan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) agar betul-betul selektif dan wajib memberikan penjelasan kepada setiap calon peserta didik kesetaraan paket A, paket B dan paket C untuk mengikuti proses belajar dengan sungguh-sungguh," kata  Masdulhaq disela-sela melakukan kunjungan ke SKB Muara Teweh, Kamis.
    
Menurut Masdulhaq, sejak 2017 lalu peserta didik yang terdaftar pada satuan pendidikan tidak serta merta bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) sebelum memenuhi syarat diantaranya wajib tercatat dalam data pokok pendidikan (Dapodik).
    
Disamping itu, mempunyai raport setiap jenjang atau kelas yang diikuti melalui belajar dan tatap muka dan baru bisa didaftarkan sebagai calon peserta UN, karena ujian kesetaran juga berbasis komputer saat ujian akhir nantinya.
    
"Jadi saya minta para peserta didik kesetaraan betul-betul mengikuti tahapan proses belajar," kata Masdulhaq.
    
Pada saat Kadisdik melaksanakan monitoring proses belajar mengajar siswa didik kesetaraan yang merupakan salah satu dari empat program pendidikan di SKB Muara Teweh yang hadir hanya berjumlah lima orang. 
    
Saat di konfirmasi dengan Kepala SKB  Samsuri dan guru pamong yang sedang mengajar, siswa yang tidak masuk pada hari itu ijin membantu orang tuanya masing-masing bekerja, namun kepala SKB juga menjelaskan bahwa peserta didik paket A tingkat kehadiran belajar tatap muka rata-rata diatas 50 persen.
    
"Saat ini memiliki murid yakni paket A jumlah murid yang terdaftar sebanyak 20 siswa, sedang yang aktif 10 orang," katanya.
    
Masdulhaq mengatakan untuk paket B dengan jumlah peserta didik yang terdaftar sebanyak 70 orang siswa dan yang aktif mengikuti proses belajar mengajar tatap muka berjumlah 35 orang siswa.
    
"Dan untuk paket C dengan peserta didik yang terdaftar berjumlah 90 orang siswa/peserta didik, namun yang aktif mengikuti proses belajar mengajar tatap muka hanya 64 siswa," katanya.
    
Pada kesempatan itu Masdulhaq mengatakan program pendidikan lainnya di SKB ini  selain pendidikan kesetaraan juga program Taman Kanak kanak (TK) dengan jumlah guru PNS dua orang dan guru honorer tiga orang sehingga berjumlah lima orang dengan jumlah murid 29 siswa. 
    
Kemudian  Program Kelompok Bermain (KB) dengan jumlah guru honorer dua orang sedangkan jumlah peserta didik berjumlah 18 siswa.
    
Serta  Program Tempat Penitipan Anak (TPA) dengan jumlah tenaga pengasuh honorer berjumlah tiga orang dan jumlah anak yang dititipkan berjumlah 22 anak yang berusia satu sampai dua tahun. 
    
Kadisdik juga mengatakan bangga atas keaktifan pegawai baik PNS maupun honorer  yang ada pada Satuan Pendidikan SKB, dan berpesan agar dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan, karenanya Kadisdik merencanakan melaksakan apel gabungan dilingkup Dinas Pendidikan, setiap hari Senin minggu kedua setiap bulan yang melibatkan pegawai SKB dan Koordinator Pendidikan Wilayah Pendidikan Kecamatan Teweh Tengah, serta Kepala SDN dan SMP dalam kota Muara Teweh, di halaman kantor Disdik Barito Utara.

 

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar