13 desa tujuan reses Ketua DPRD Barito Utara

id reses ketua dprd barito utara,reses dprd barito utara,ketua dprd set enus y mebas

Ketua DPRD Barito Utara Set Enus Y Mebas. (Istimewa)

Muara Teweh (ANTARA) - Dalam kunjungan kegiatan reses yang dilaksanakan Ketua, Wakil Ketua dan anggota DPRD Barito Utara di daerah pemilihan (dapil) masing-masing pada  4-13 Maret 2019, banyak aspirasi maupun usulan yang disampaikan oleh masyarakat di daerah.

"Pada masa reses, ada 13 desa yang kita dikunjungi untuk menyerap aspirasi dan usulan dari masyarakat terkait pembangunan di desa," kata Ketua DPRD Set Enus Y Mebas di Muara Teweh, Senin.

Adapun ke 13 desa  yang dikunjungi Ketua DPRD itu adalah Desa Jangkang Baru, Desa Teluk Malewai, Desa Lampeong I, Desa Jamut, Desa Sampirang, I, Lahei, Desa Haragandang, Desa Muara Pari, Desa Luwe Hilir, Desa Karamuan, Desa Muara Bakah, Desa Tanjung Harapan dan Kelurahan Lanjas.

"Untuk Desa Jangkang Baru mengusulkan pengerasan jalan desa Jangkang Baru-Nihan Hulu sekiar 4 kilometer lebar 4 meter. Usulan tambah satu buah ruangan untuk TK PAUD Harapan Bunda Jangkang Baru dan usulan satu set alat musik Hadrah," kata Set Enus.

Desa Teluk Malewai mengusulkan pemasangan teralis untuk jendela kantor Korwil sembilan buah, usulan dua unit sepeda motor untuk kegiatan perjalanan dinas pengawas TK/SD Korwil bidang pendidikan Kecamatan Lahei Barat.

Kemudian, pemasangan KWH listrik dan PDAM kantor Korwil bidang pendidikan Kecamatan Lahei Barat. Usulan prioritas perbaikan jalan induk yang longsor di RT I kurang lebih 20 meter dan usulan perbaikan 2 buah jembatan sungai Benao dan sungai Induk.

"Untuk Desa Lampeong I, mengusulkan alat musik untuk kegiatan karang taruna, betonisasi untuk lapangan voly desa Lampeong I, usulan pembuatan galeri/kios (untuk pembuatan, penjualan kerajinan tangan rambat/tas dan produk yang dibuat dari rotan. Usulan pembangunan gedung baru untuk SD dan tanah sudah tersedia, pembangunan mushola dan pengeras suara (TOA), kata dia.

Selain itu juga masyarakat Desa Lampeong I mengusulankan pembukaan jalan desa/badan jalan, usulan penggantian jembatan menjadi jembatan Box Culvet dua buah jembatan dan usulan buka bengkel serta peralatannya (tanah sudah tersedia).

Untuk Desa Jamut kata Set Enus, warga mengusulkan cor rigit jalan poros dari desa ke jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 4n KM dan usulan perbaikan dua buah jembatan (jembatan ulin dalam desa dan jembatan luar desa).

Kemudian Desa Sampirang I, warga juga mengusulkan penambahan armada (sepeda motor), usulan pembuatan gudang saprodi (gudang pertanian), usulan pembuatan embung dan usulan pembuatan rumah ibdahan (gereja, mushola, balai basarah) tetapi masih kendala dengan lahan. 

Lebih lanjut  politisi dari PDI Perjuangan ini mengatakan, untuk Lahei desa Ipu warga mengusulkan pembenahan penyiapan lahan TPU. Desa Haragandang mengusulkan meminta ganti mobiler untuk sekolah SDN 1 Haragandang (meja, kursi dan papan tulis).

"Untuk Desa Muara Pari mereka mengusulkan pembuatan paving halaman sekolah SDN 1 Muara Pari kurang lebih 60 meter x 40 meter. Di Desa Luwe Hilir mengusulkan pembangunan rumah dinas guru SDN 1 Luwe Hilir, karena sampai saat ini belum memiliki rumah dinas guru,” jelas dia.

Kemudian, Desa Karamuan mengusulkan rehab ringan ruang kepala sekolah SDN 1 Karamuan, Desa Muara Bakah mengusulkan agar Pustu dipindahkan karena lokasi saat ini jauh dari pemukiman penduduk dan lahan untuk pembangunan pustu sudah tersedia. Desa Tangjung Harapan mengusulkan pembangunan 1 buah rumah penampungan warga dari banjir ukuran 8x20 meter.

"Dan terakhir Kelurahan Lanjas mengusulkan pembuatan cor rigit jalan Permata I Kelurahan Lanjas sepanjang kurang lebih 200 meter dan usulan pembuatan cor rigit jalan permata II kurang lebih 150 meter," ujar Enus.

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar