Polisi tangkap dua preman pemeras sopir bus

id Pemeras,Polres Garut, Polsek Malangbong,Jalur Mudik,Mudik Lebaran 2019,Idul Fitri 1440H,Info Mudik,ramadhan,tradisi leba

Polisi tangkap dua preman pemeras sopir bus

Polisi menunjukan dua tersangka kasus pemerasan terhadap sopir bus di jalur mudik Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat di Markas Polsek Malangbong, Kamis (6/6/2019) malam. (Dokumen Polsek Malangbong)

Kedua orang pembawa senjata tajam dibawa dan diamankan ke Mapolsek Malangbong untuk pemeriksaan
Garut (ANTARA) - Polisi menangkap dua pemuda yang dilaporkan telah melakukan pemerasan dengan ancaman senjata tajam kepada para pengemudi bus di jalur mudik atau jalur selatan Jawa Barat lintas Malangbong, Kabupaten Garut, Kamis (6/6) malam.

"Kedua orang pembawa senjata tajam dibawa dan diamankan ke Mapolsek Malangbong untuk pemeriksaan," kata Kepala Polsek Malangbong Iptu Abusono kepada wartawan di Garut, Jumat.

Ia menuturkan, kedua tersangka yang ditangkap yakni inisial Dian Permana (21) warga Selaawi, Garut, dan Rizki Saepul Milah (21) warga Desa Sukaratu, Kecamatan Malangbong. Mereka ditangkap karena membawa senjata tajam berupa celurit dan pisau dapur yang digunakan untuk aksi kejahatannya.

Kejahatan itu, kata dia, terungkap setelah adanya laporan dari warga kepada anggota Polsek Malangbong Brigadir Dani Nuroni, kemudian dilaporkan ke Kapolsek sebelum akhirnya dilakukan penangkapan.

Kedua pemuda bertato itu, kata dia, memalak sopir bus sambil mengancam menggunakan senjata tajam sehingga membuat resah masyarakat terutama para pengguna jalan yang melewati jalur itu.

"Dua orang laki-laki yang memberhentikan kendaraan angkutan umum bus secara paksa dengan membawa senjata tajam berupa celurit dan pisau di Jalan Raya Malangbong Tasikmalaya," katanya.

Akibat perbuatannya itu, kedua pemuda terpaksa harus menjalani proses hukum lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.*

Baca juga: Astaga! Pemeras di Sampit Nekat Jemput Korbannya ke Sekolah

Pewarta :
Editor : Rachmat Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar