Sampit (ANTARA) - Seorang anak bernama Ferdy (16) tenggelam di sebuah anak sungai di Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah saat berusaha menolong adik sepupunya yang hendak naik dari sungai.
"Korban yaitu F terjatuh ke sungai akibat tanah licin dan membuatnya tergelincir," kata Kapolsek Parenggean AKP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra dihubungi dari Sampit, Jumat.
Peristiwa itu terjadi Kamis (20/6) sekitar pukul 15.20 WIB saat korban bersama adik sepupu dan teman-temannya hendak mandi di pinggir sungai. Saat itu mereka berada di bantaran anak Sungai Parenggean di Jalan Lesa Kelurahan Parenggean, tidak jauh dari rumah korban.
Awalnya adik sepupu korban mandi bercebur ke sungai itu terlebih dulu. Tidak berapa lama, bocah itu meminta tolong untuk naik dari sungai.
Korban datang bermaksud membantu dengan mengulurkan tangan kepada adik sepupunya itu. Diduga tanah di lokasi itu licin akibat terkena air, sehingga malah korban yang kemudian tergelincir dan jatuh ke sungai.
Salah satu rekan korban berusaha menolong, namun karena tubuhnya lebih kecil, dia tidak mampu menolong korban sehingga dia memilih naik dan berlari mencari pertolongan warga.
Beberapa warga yang mendapat informasi itu langsung bercebur ke sungai mencari korban. Tubuh korban akhirnya berhasil ditemukan di dasar sungai dan diangkat namun sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pratama H Supian Hadi Parenggean untuk dilakukan visum. Setelah itu jenazah dibawa ke rumah duka. Musibah itu menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan tetangga korban.
Kejadian ini juga membuat kaget dan prihatin masyarakat setempat. Selain Kapolsek, Camat Parenggean Siyono juga datang ke rumah duka untuk mengucapkan bela sungkawa dan memberi dorongan moril agar pihak keluarga diberi ketabahan.
"Jenazah korban sudah dimakamkan pagi tadi. Kami turut berduka cita. Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," demikian Camat Parenggean Siyono.
