Usai juara di Kejuaraan Asia, Gregoria termotivasi ke All England

id Gregoria Mariska Tunjung, All England,Gregoria termotivasi ke All England

Usai juara di Kejuaraan Asia, Gregoria termotivasi ke All England

Gregoria Mariska Tunjun terhenti di babak pertama Indonesia Masters 2021 setelah dikalahkan Sayaka Takahashi, Rabu. (Antaranews/Roy Rosa Bachtiar)

Jakarta (ANTARA) - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mengaku memiliki motivasi berlipat menuju All England 2022 setelah membawa tim putri juara di Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia.

Gregoria sudah dinanti tantangan berat pada babak pertama All England 2022 yang akan berlangsung di Arena Birmingham, Inggris, 16-20 Maret nanti. Ia akan menantang unggulan keempat asal Korea Selatan, An Seyoung.

Meski begitu, pebulu tangkis berusia 22 tahun itu mengatakan tak ingin membebani diri dengan target pribadinya saat meladeni An Seyoung nanti.

“Jujur saya punya target nanti saat bertemu An Se Young tapi saya tidak mau membebankan diri terlalu jauh dulu. Saya mau fokus ke persiapan sebaik mungkin, latihan keras biar nanti di sana bisa nambah lagi percaya dirinya,” ungkap Gregoria dalam keterangan resmi PBSI, Kamis.

“Motivasi saya juga meningkat usai saya dan tim berhasil juara di Kejuaraan Asia,” lanjut dia.

Gregoria dan An Seyoung sebelumnya belum pernah berjumpa dalam turnamen bulu tangkis profesional apapun. Namun wakil Korea Selatan itu jauh lebih diunggulkan dibandingkan Gregoria.

Dari sisi peringkat, An Seyoung menempati peringkat keempat dunia, sedangkan Gregoria di posisi ke-27.

An Seyoung juga sedang dalam tren positif setelah memenangi tiga turnamen beruntun yang digelar di Bali tahun lalu, yaitu BWF World Tour Finals 2021, Indonesia Open 2021, dan Indonesia Masters 2021.

Namun Gregoria juga memiliki kesempatan untuk merebut kemenangan di laga perdana nanti setelah berhasil membawa tim putri Indonesia mencetak sejarah dengan menjuarai Kejuaraan Beregu Asia 2022 di Selangor, Malaysia, 20 Februari lalu.

Ia menjadi kapten sekaligus penyumbang poin pada partai pembuka di laga final saat menghadapi wakil Korea Selatan Sim Yu-jin, dan membawa Indonesia menang dengan skor 3-1.