Awas! Penggunaan ponsel selama 4 jam dapat tingkatkan risiko stres

id Penggunaan ponsel,stres,mental health

Awas! Penggunaan ponsel selama 4 jam dapat tingkatkan risiko stres

Ilustrasi remaja menggunakan ponsel (ANTARA/Pexels/Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Plus One menemukan adanya hubungan antara penggunaan ponsel pintar yang berlebihan dan kesehatan mental yang buruk.
 
Dikutip laman Medical Daily, Minggu, penggunaan ponsel pintar selama lebih dari empat jam meningkatkan risiko stres, pikiran untuk bunuh diri, dan kecenderungan penggunaan narkoba.
 
Tim peneliti yang dipimpin oleh Jin-Hwa Moon dan Jong Ho Cha dari Hanyang University Medical Center, Korea Selatan, membuat kesimpulan tersebut setelah mengevaluasi lebih dari 50.000 remaja.
Baca juga: Studi: ada hubungan antara penggunaan smartphone dan kehilangan ingatan pada remaja
 
Penelitian sebelumnya mengenai topik ini menunjukkan bahwa penggunaan ponsel pintar secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan kejiwaan, masalah tidur, masalah terkait mata, dan gangguan muskuloskeletal.
 
Peserta penelitian terbaru ini merupakan bagian dari survei berbasis web yang mengumpulkan data pada tahun 2017 dan 2020. Meskipun 64,3 persen remaja menggunakan ponsel cerdas selama lebih dari dua jam pada tahun 2017, jumlahnya meningkat menjadi 85,7 persen pada tahun 2020.
 
Peserta yang menggunakan ponsel pintar selama lebih dari empat jam per hari memiliki tingkat stres, pikiran untuk bunuh diri, dan penggunaan narkoba yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang penggunaannya lebih sedikit.
 
Sedangkan remaja yang menggunakan smartphoneselama 1-2 jam per hari menghadapi lebih sedikit masalah dibandingkan remaja yang tidak menggunakan smartphone sama sekali.
 
"Kesimpulannya, penelitian kami mengungkapkan hubungan lengkung antara waktu penggunaan ponsel cerdas dan dampak kesehatan yang tidak diinginkan. Dampak buruk dari penggunaan ponsel cerdas secara berlebihan menjadi nyata setelah 4 jam penggunaan sehari-hari. Hasil ini dapat membantu menetapkan pedoman penggunaan perangkat pintar dan program pendidikan untuk penggunaan media yang tepat," tulis para peneliti.
 
Karena hasilnya didasarkan pada survei cross-sectional, hubungan sebab akibat antara penggunaan ponsel cerdas dan dampak buruk terhadap kesehatan tidak dapat dikonfirmasi. Namun, peneliti berharap hasilnya akan memberikan informasi yang berguna untuk menetapkan pedoman penggunaan ponsel cerdas bagi remaja dan dewasa muda.