BMKG: Getaran gempa di Kalsel dirasakan sampai Kalteng

id gempa kalsel, gempa kalteng, gempa palangka raya, bmkg kalteng, gempa, kalteng, kalimantan tengah

BMKG: Getaran gempa di Kalsel dirasakan sampai Kalteng

Lokasi pusat gempa. (ANTARA/HO-BMKG)

Palangka Raya (ANTARA) -
Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Andriani menerangkan, getaran gempa tektonik yang berpusat di darat Provinsi Kalimantan Selatan turut dirasakan hingga di wilayah Kalimantan Tengah.
 
"Hari ini terjadi gempa sekitar pukul 08.22 WIB yang berpusat di Provinsi Kalsel dengan magnitudo 4,7. Getaran gempa itu dirasakan sampai di sejumlah wilayah Kalteng termasuk Kota Palangka Raya," kata Lian saat dikonfirmasi di Palangka Raya, Selasa.
 
Dia mengatakan, gempa tersebut, pihaknya belum menerima laporan dampak yang berarti. Dampak yang dirasakan masyarakat hanya sebatas adanya benda-benda yang bergoyang.
 
Pihaknya pun terus memperbaharui dan menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat melalui berbagai kanal informasi yang tersedia termasuk melalui akun media resmi BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya.
 
Sementara itu, melalui pernyataan tertulisnya, Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan Rasmid menerangkan, pada Selasa 13 Februari pukul 08:22:24 WIB di wilayah Kalimantan Selatan, diguncang gempa tektonik.

Baca juga: Sukseskan Pemilu 2024, PLN proyeksikan sistem kelistrikan aman pada 14 Februari
 
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,7. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,19° LS ; 115,12° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 19 Km arah Timur Laut Banjar, Kalimantan Selatan pada kedalaman 10 km.
 
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas patahan Meratus," kata Rasmid.
 
Berdasarkan estimasi peta guncangan atau "shakemap", gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Kota Banjarmasin, Kabupaten Tapin, Kota Marabahan di Kabupaten Barito Kuala dirasakan III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah.
 
Dia mengatakan, masyarakat merasakan getaran seakan ada truk melintas. Ini terasa di Kota Sampit, Pulau Pisau dan Kota Palangka Raya II-III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah.
 
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.

Baca juga: KKPD wujudkan digitalisasi pembayaran lingkup Pemprov Kalteng
 
Rasmid pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
 
"Selain itu juga untuk memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," kata Rasmid.
 
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.
 
Sementara itu seorang warga Palangka Raya, Dika mengaku merasakan gempa di pagi hari. Keadaan itu cukup mengejutkan mengingat sangat jarang terjadi atau terasa di wilayah Kalteng dan Kota Palangka Raya.
 
"Saya kira ada kendaraan lewat kah, kok tiba-tiba ada getaran seperti gempat. Namun karena rumah saya di gang dan tidak ada suara kendaraan lewat, saya yakin ini tadi gempa," katanya.
 
Untuk memastikan dia mengaku sempat melihat sejumlah furniture rumah seperti lampu, rak sepatu yang terjadi juga bergoyang. Bahkan dia mengaku juga memeriksa air di dalam gelas yang ternyata bergetar saat gempa terjadi.
 
"Namun tidak ada kerusakan atau dampak apa-apa di dalam rumah tadi. Hanya saya membuat kaget dan bertanya-tanya karena jarang terjadi," kata Dika.

Baca juga: Wagub Kalteng ajak pelajar SMA/SMK/SLB gunakan hak pilih

Baca juga: Moeldoko ingatkan semua pihak terkait siap layani kesehatan petugas pemilu