Hoaks! Soeharto ucapkan pemerintah Jokowi lebih kejam dibanding Orba

id Soeharto,hoaks,orba,prabowo,jokowi

Hoaks! Soeharto ucapkan pemerintah Jokowi lebih kejam dibanding Orba

Presiden Soeharto dan Guru Sakumpul. (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Sebuah unggahan video beredar di X menampilkan Presiden kedua Indonesia H M Soeharto yang mengatakan bahwa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) lebih kejam dibandingkan era Orde Baru (Orba).

Dalam video tersebut, Soeharto ungkapkan bahwa kepemimpinan 10 tahun terakhir ini lebih kejam dibanding 32 tahun kepemimpinannya pada masa Orba.

Ia juga menjelaskan bahwa dulu ia tidak pernah mengajukan atau memerintahkan anaknya untuk menjadi presiden ataupun wakil presiden.

Berikut transkrip Soeharto dalam video tersebut:

“Saya piker dulu dimasa pemerintahan saya kejam ternyata era ini yang dipimpin 10 tahun ini lebih kejam dari era saya 32 tahun. Tidak sebanding dengan sekarang, dulu saya tidak pernah mengajukan atau memerintahkan anak saya untuk menjadi presiden atau wakil presiden tapi di era sekarang parah. Akan bagaimanakah Indonesia ini yang akan datang jika seperti ini? terus merajalela. Saya piker setelah jatuhnya kekuasaan saya Indonesia akan lebih baik dengan system demokrasi. Ayo masyarakat bangkit dengan semangat reformasi.”

Namun, benarkah video Soeharto ucapkan pemerintah Jokowi lebih kejam dibanding era Soeharto tersebut?
 
Video deepfake yang menarasikan Soeharto ucapkan pemerintah Jokowi lebih kejam dibanding era Soeharto. Faktanya, video tersebut merupakan AI, bukan video asli. (X)
Penjelasan:

Berdasarkan penelusuran ANTARA, Video itu telah disunting sedemikian rupa dengan memanfaatkan "deepfake", yang merupakan jenis kecerdasan buatan (AI) yang dapat membuat foto, audio dan video, nyaris sesuai aslinya.

AI Generatif seperti "deepfake" telah menjadi senjata baru untuk membuat disinformasi dan hoax yang sangat dikhawatirkan banyak banyak kalangan, termasuk oleh media massa dan pemerintah-pemerintah di banyak negara.

"Deepfake" bisa mengkloning dengan cepat suara orang, membuat video palsu, atau narasi palsu untuk menjatuhkan atau merusak citra lawan politik. Dalam hal itu, "big data" atau "mahadata" menjadi bagian penting.

Video deepfake dapat dibedakan dari gerakan mata, ekspresi wajah, rambut dan gigi yang tidak terlihat nyata, blur, juga audio yang tidak beraturan.

Klaim: Video Soeharto ucapkan pemerintah Jokowi lebih kejam dibanding era Soeharto

Rating: Hoaks