Palangka Raya (ANTARA) - Kantor Bulog Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) membentuk dua tim untuk mengoptimalkan penyerapan gabah dari para petani di seluruh wilayah provinsi setempat.
"Untuk internal kami sudah bentuk dua tim di setiap unit, pertama tim jemput gabah, dan kedua tim monitoring pengolahan," jelas Kepala Kantor Bulog Wilayah Kalimantan Tengah Budi Sultika di Palangka Raya, Jumat.
Tim jemput gabah bertugas melakukan penyerapan gabah petani di berbagai daerah dan memastikan harga pembelian Rp6.500 per kilogram, sedangkan tim monitoring pengolahan bertugas mengawal gabah yang telah diserap hingga diproses atau diolah menjadi beras.
"Gabah digeser ke penggilingan, nah kami sudah kerja sama dengan penggilingan-penggilingan. Karena nanti masuk ke gudang tetap beras," jelasnya.
Baca juga: Dishanpang Kalteng selenggarakan GPM dukung pengendalian inflasi
Budi menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti instruksi presiden untuk menyerap gabah petani di Kalimantan Tengah secara maksimal di lapangan.
Dia memaparkan dalam kegiatan penyerapannya di lapangan, pihaknya juga terus mensosialisasikan tentang pembelian gabah di harga Rp6.500 per kilogram sehingga diharap dapat mewujudkan kesejahteraan petani, sekaligus memenuhi kebutuhan cadangan beras pemerintah.
Kemudian di sisi lain pihaknya juga terus mendorong agar para petani bersama para penyuluh dan pemangku kepentingan terkait, menjaga kualitas dari gabah yang dihasilkan sehingga dapat diproduksi dan menghasilkan beras berkualitas pula.
"Supaya nanti beras yang dihasilkan, yang disalurkan Bulog ke masyarakat sesuai dengan ketentuan," ucapnya.
Adapun terhitung sejak awal tahun 2025 Bulog Kalimantan Tengah telah bergerak dalam rangka menyerap hasil pertanian padi milik petani.
"Per saat ini kita sudah menyerap 45 ton beras, berarti setara gabah sekitar 90 ton. Itu terus berjalan, karena memang secara masif, panen raya di Kalimantan Tengah belum terjadi," ujarnya.
Baca juga: Iwapi Kalteng gelar Makan Bergizi Gratis dukung program pemerintah
Baca juga: KPU Kalteng tetapkan Agustiar-Edy sebagai pasangan calon terpilih
Baca juga: UKPBJ Kotim tingkatkan profesionalitas pelaksana konstruksi