DPRD Palangka Raya dorong transparansi harga sembako selama Ramadhan

id Khemal Nasery.

DPRD Palangka Raya dorong transparansi harga sembako selama Ramadhan

Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery. ANTARA/Rajib Rizali

Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Khemal Nasery menekankan pentingnya transparansi harga sembako agar masyarakat tidak dirugikan selama bulan Ramadhan.

"Jangan sampai di saat masyarakat kita sedang kesusahan seperti saat ini, ada oknum-oknum pedagang yang dengan sengaja memainkan harga, dalam artian menaikkan harga bahan pokok seenaknya," katanya di Palangka Raya, Rabu.

Dia mengatakan, pada bulan Ramadhan ini kebutuhan masyarakat Kota Palangka Raya dapat dipastikan meningkat.

Kondisi seperti ini rawan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk menaikkan harga demi keuntungan pribadi.

"Berdaganglah dengan jujur agar dari hasilnya nanti kita bisa mendapatkan keberkahan. Apalagi ini di bulan Ramadhan ini bulan yang suci," ucapnya.

Sementara itu, Khemal meminta pemerintah kota meningkatkan pengawasan dan menjaga inflasi di tengah tingginya permintaan selama Ramadhan.

Jika terjadi kenaikan harga yang signifikan, Pemerintah Kota Palangka Raya dapat melaksanakan operasi pasar murah atau pasar penyeimbang.

"Dengan upaya tersebut, harga bahan pokok selama bulan Ramadhan ini tetap terkendali. Meskipun ada kenaikan, tetapi kenaikan harga yang wajar dan terkendali," ujarnya.

Khemal juga mengimbau masyarakat untuk menghindari panic buying agar distribusi sembako tetap lancar dan merata.

Dia menegaskan, Pemerintah Kota Palangka Raya telah memastikan ketersediaan bahan pokok di daerah ini dalam kondisi aman dan cukup.

"Jadi jangan takut bahan pokok kita ini terbatas. Pemerintah kita sudah melakukan inspeksi mendadak dan tentunya menjamin ketersediaannya aman," demikian Khemal.

FOTO: Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery. ANTARA/Rajib Rizali.


Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.