Kuala Kurun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) gencar mengkampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) untuk mengatasi permasalahan gizi seperti stunting dan obesitas.
Bupati Gumas Jaya S Monong melalui Kepala DPKP Eigh Manto di Kuala Kurun, Rabu, mengatakan kampanye Gemarikan diharap membuat masyarakat lebih memahami pentingnya konsumsi ikan dan meningkatkan kesadaran manfaatnya bagi kesehatan.
“Mengingat pentingnya Gemarikan bagi masyarakat, kami melaksanakan kampanye Gemarikan kepada puluhan murid SD dan orang tua/wali murid di Desa Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan, Selasa (15/7),” terangnya.
Ia menjelaskan, dalam kampanye tersebut DPKP juga menggandeng TP PKK Gumas yang melakukan demo masak diversifikasi olahan hasil perikanan kepada orang tua/wali murid yang hadir saat itu.
Diversifikasi produk perikanan adalah upaya untuk mengubah ikan segar menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan menarik minat konsumen, dengan tujuan meningkatkan konsumsi ikan, memberikan pilihan produk yang lebih beragam.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan konsumsi hasil perikanan adalah dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengolahan hasil perikanan, yaitu melalui diversifikasi olahan hasil perikanan.
Dengan adanya demo yang dilaksanakan DPKP Gumas bekerja sama dengan TP PKK, diharap orang tua dapat mengolah ikan menjadi berbagai menu hidangan yang menarik seperti sosis, bakso, nugget dan abon ikan. Tentunya tanpa mengabaikan mutu dan kehigienisan menu olahan tadi.
“Merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memberikan hak bagi putra putri kita, salah satunya memberikan asupan gizi seimbang dan cukup, agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi generasi emas, generasi yang sehat dan cerdas untuk membangun bangsa dan daerah di masa yang akan datang,” kata Eigh Manto.
Sementara itu, ketua panitia kegiatan Dateng menyampaikan kampanye Gemarikan bertujuan meningkatkan animo masyarakat khususnya untuk anak usia dini untuk mengkonsumsi ikan, serta meningkatkan produksi hasil pengolahan ikan.
“Sasaran kegiatan adalah murid SD kelas 1 sampai kelas 6 sebanyak 80 orang, dan peserta demo masak sebanyak 30 orang. Ini merupakan salah satu kegiatan yang mendukung penanganan stunting di Gumas,” demikian Dateng.
Untuk diketahui, prevalensi stunting di Gumas pada 2024 berada di angka 14,1 persen. Capaian tersebut merupakan yang terendah se-Kalteng dalam angka prevalensi stunting.
